Kasusnya SP3, Irwansyah Bakal Laporkan Balik Medina Zein

Jawapos Diupdate 10.57, 12/08/2020 • Dipublikasikan 17.57, 12/08/2020 • Kuswandi
Kasusnya SP3, Irwansyah Bakal Laporkan Balik Medina Zein

JawaPos.com – Irwansyah akan melaporkan balik Medina Zein setelah berkas perkaranya dihentikan oleh polisi, terkait dugaan penggelapan dana senilai Rp 1,9 miliar. Laporan balik ini akan dilakukan guna memulihkan nama baiknya setelah sebelumnya sempat tercoreng.

“Klien kami sebagai warga negara yang baik tentu punya hak yang sama di hadapan hukum. Yaitu beliau punya harkat dan martabat, punya kehormatan diri. Saya pastikan bahwa akan ada laporan balik,” kata Zakir Rasyidin dalam jumpa pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/8).

Lebih lanjut diungkapkannya, Irwansyah sejatinya tidak mau memperuncing permasalahan ini. Sebab kasus ini adalah urusan perusahaan yang tidak perlu diungkap ke publik. Namun berhubung permasalahan sudah terlanjur menjadi konsumsi publik dan mencemarkan nama baik Irwansyah, maka perlu ada sikap tegas.

“Mas Irwan sejujurnya dari hati yang paling dalam tidak ada keinginan untuk melakukan upaya hukum dan sebagainya. Tapi karena sudah terlanjur masyarakat menilai negatif atas tuduhan itu, setelah diterbitkan SP3 dan tidak terbukti perbuatan yang dituduhkan, maka beliau akan merehabilitasi namanya dengan proses hukum yang akan dilakukan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Zakir Rasyidin juga mengatakan, dengan diterbitkannya SP3, Direktur PT Bandung Makuta, Fitra, sejatinya sudah membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terhadap Medina Zein dan Lukman Azhari, belum lama ini. Laporan ini dibuat karena polemik terkait hal ini dianggap telah merugikan perusahaan.

“Perlu saya jelaskan juga yang melaporkan Medina Zein dan Lukman Azhari di Polda Metro Jaya, setelah SP3 diterbitkan adalah saudara Fitra. Beliau adalah direktur di PT Bandung Makuta,” katanya.

Selain merugikan perusahaan, Fitra sengaja melaporkan balik Medina Zein lantaran merasa ikut tercoreng nama baiknya. Karena walau bagaimana pun, Fitra  termasuk penanggung jawab perusahaan.

“Dia merasa bahwa sebagai direktur telah dicemarkan nama baiknya dengan pelaporan tudahan dugaan penggelapan,” ucapnya.

Irwansyah sebelumnya sudah bicara terkait kasus dugaan penggelapan dana senilai Rp 1,9 miliar milik perusaan PT Bandung Makuta. Dia membenarkan dana itu memang masuk ke rekeningnya. Akan tetapi dana tersebut dicairkan melalui proses yang benar berdasarkan hasil rapat pemegang saham. Dana sebesar itu digunakan Irwansyah untuk membayar gaji karyawan dan ini sudah berjalan lebih dari 2 tahun.

“Jika ditotal sebesar kurang lebih Rp 1,9 miliar,” papar Irwansyah.

Baca juga: [Irwansyah Diperiksa Polisi Terkait Laporan Dugaan Penipuan](http://JawaPos.com - Irwansyah akan melaporkan balik Medina Zein setelah berkas perkaranya dihentikan oleh polisi, terkait dugaan penggelapan dana senilai Rp 1,9 miliar. Laporan balik ini akan dilakukan guna memulihkan nama baiknya setelah sebelumnya sempat tercoreng.)

Dalam rapat pemegang saham pada saat keputusan ini diambil, Medina Zein ikut hadir. Namun pada pertengahan rapat, Medina Zein keluar karena ada urusan lain. Namun pada saat itu, kata Irwansyah, Medina Zein mengutus perwakilannnya dan yang bersangkutan mengikuti rapat sampai selesai.

Yang membuat Irwansyah tidak habis pikir, kala itu Medina Zein juga menyetujui keputusan hasil rapat yang ditandai dengan adanya bukti yang dikirimkan dalam grup para pemegang saham.

“Apakah kami ada bukti bahwa Saudari Medina Zein setuju dengan hasil rapat? Ada, setelah Saudari Medina Zein pergi meninggalkan rapat. Medina Zein mengirimkan Telegram chat di group pemilik saham bahwa Medina Zein setuju dengan apapun keputusan rapat,” papar Irwansyah.

Selain itu, Irwansyah juga membuka komposisi pemegang saham  PT Bandung Makuta. Mereka adalah Laudya Cynthia Bella dengan kepemilikan saham sebesar tiga puluh persen, Irwansyah dua puluh persen, Hafiz Khairul Rijal dua puluh persen, Medina Susani atau Medina Zein dua puluh persen, Zaskia Sungkar sembilan persen dan Fitra Olid Joanda satu persen.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli