Kasus Positif Corona Terus Bertambah, DKI Jakarta dan Jatim Masuk Taraf Bahaya

Liputan6.com Diupdate 07.34, 06/06 • Dipublikasikan 07.34, 06/06 • Lizsa Egeham
Melihat Posko COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Petugas menunjukan penyebaran virus corona (COVID-19) pada layar pemantau di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (9/3/2020). Sampai hari ini, Posko COVID-19 DKI Jakarta terlah dihubungi 3.580 orang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus positif virus corona di DKI Jakarta terus bertambah setiap harinya. Total pasien positif corona di DKI mencapai 7.766 orang, hingga Jumat 5 Juni 2020.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan, terdapat penurunan jumlah kasus positif corona baru di DKI pada Jumat kemarin. Meski begitu, DKI masih tetap berada dalam taraf bahaya.

"Terdapat penurunan kasus positif menjadi 76 kasus, dengan komparasi 94 kasus kemarin. Provinsi DKI Jakarta berada pada taraf bahaya. Saat ini total akumulasi pasien positif sebanyak 7.766 kasus," seperti dikutip Liputan6.com dari data Gugus Tugas, Sabtu (6/6/2020).

Gugus Tugas mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menambah 59 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta untuk menangani pasien terpapar Corona. Kemudian, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Di masa transisi ini, pemerintah mengizinkan sejumlah tempat usaha mulai beroperasi secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan.Sejumlah kegiatan yang sebelumnya dilarang saat PSBB dapat kembali dilakukan di masa transisi seperti, kegiatan sosial ekonomi dan ibadah di rumah ibadah.

Selain DKI, Jawa Timur termasuk daerah yang disebut Gugus Tugas dalam taraf bahaya. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus positif corona di Jawa Timur.

Jumlah pasien positif Coronadi Jawa Timur sendiri kini tertinggi kedua di Indonesia, setelah DKI. Total hingga kini pasien positif corona di Jawa Timur sebanyak 5.549 orang.

"Terdapat peningkatan kasus positif menjadi 141 kasus dengan komparasi 90 kasus kemarin. Provinsi Jawa Timur berada pada taraf bahaya," ucap Gugus Tugas.

 

Karena PCR Masif

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan jumlah kasus virus corona di Jawa Timur meningkat karena tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) semakin masif dilakukan.

Selain itu, dia menyebut kemampuan daerah menjaring Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga menjadi salah satu faktor yang membuat kasus virus corona meningkat. Kendati kasus meningkat, Doni menyebut jumlah pasien positif virus corona yang meninggal di Jawa Timur cenderung kecil.

"Kasus kematian, nah yang terakhir ini yang paling penting. Walaupun banyak kasus (positif) kemudian pasien dirawat di rumah sakit itu banyak, tetapi jumlah yang meninggal itu sedikit. Nah ini yang kita harapkan," jelas Doni Monardo dalam video conference, Kamis 4 Juni 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli