Kasus Hadi Pranoto dan Anji Naik ke Tahap Penyidikan, Bakal Ada Tersangka

Merdeka.com Dipublikasikan 12.13, 06/08

                Anji Manji dan Hadi Pranoto. ©2020 Merdeka.com/Tangkapan Layar Video Youtube
Untuk melengkapi berkas perkara tersebut, pihaknya akan memintai keterangan saksi ahli bahasa, ahli IT dan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Direktorat Kriminal Khusus bidang Subdit Siber Polda Metro Jaya telah menaikkan status kasus dugaan berita bohong yang melibatkan Profesor Hadi Pranoto dan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Keduanya dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

"Setelah itu kita lakukan gelar perkara tadi pagi ya pagi tadi kita lakukan gelar perkara dan memang sudah memenuhi persangkaan ya di Pasal 28 juncto Pasal 45A di UU ITE kemudian perkara ini ditingkatkan dari penyelidikan naik ke penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (6/8).

Nantinya, polisi akan melengkapi berkas perkara milik kedua terlapor tersebut yakni Anji dan Hadi. Untuk melengkapi berkas perkara tersebut, pihaknya akan memintai keterangan saksi ahli bahasa, ahli IT dan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Setelah itu kita jadwalkan Minggu depan kita upayakan Minggu depan kita akan memanggil pemilik akun dari youtube duniamanji ya. Kemudian kita juga akan memanggil saudara terlapor HP ini kita jadwalkan Minggu depan. Kita akan jadwalkan Minggu depan," ujarnya.

Hadi dan Anji Masih Sebagai Saksi

Meski sudah naik ke tahap penyidikan, kedua terlapor yakni Anji dan Hadi masih berstatus sebagai saksi dalam kasus yang menimpa mereka.

"Jadi proses ini sudah berjalan dari tingkat penyelidikan ditingkatkan lagi naik jadi tingkat penyidikan, jadi kita akan panggil yang bersangkutan sementara ini sebagai saksi pemilik akun duniamanji maupun juga HP. Kita lakukan pemeriksaan," jelasnya.

Dengan sudah dinaikan status perkara tersebut menjadi penyidikan, keduanya diharapkan hadir dalam pemanggilan polisi pada pekan depan.

"Kita jadwalkan Minggu depan. Bisa saja kita layangkan besok, bisa saja lusa. Yang penting Minggu depan hadir di sini," tutupnya.

Sebelumnya, Pengakuan Profesor Hadi Pranoto menemukan antibodi Covid-19 berbuntut panjang. Dia dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid atas tuduhan menyebarkan berita bohong ke Polda Metro Jaya.

Selain Hadi Pranoto, Muannas juga melaporkan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Mantan vokalis Band Drive itu dipolisikan lantaran dinilai turut menyebarkan berita bohong terkait obat Covid-19 diklaim Hadi dalam wawancara khusus di saluran Youtube milik Anji.

"Kami datang untuk melapor ke kepolisian di SPKT Polda Metro Jaya berkaitan dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong oleh akun channel YouTube milik Anji," kata Muannas Alaidid, di , Senin (3/8) malam.

Laporan diterima polisi dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ dengan pelapor atas nama Muannas sendiri, dan terlapor atas nama Hadi Pranoto dan pemilik akun YouTube Duniamanji. Untuk pasal yang dilaporkan yakni terkait tindak pidana bidang ITE atau menyebarkan.

"Dua-duanya (kita laporkan). Pertama Anji karena sebagai pemilik akun yang menyebarkan, dan Hadi Pranoto yang menyatakan berita bohong itu," ujar dia.

Artikel Asli