Kasmaran Cewek di Facebook Lalu Janjian Ketemu di Kuburan, Sampai di Makam Cowok Ini Nasibnya Tragis

Tribun Style Dipublikasikan 09.55, 27/11/2019
Nasib tragis cowok yang jatuh cinta pada seorang cewek di Facebook lalu janji ketemu di kuburan

Kisah viral hari ini sungguh mengenaskan. Seorang cowok kasmaran pada cewek yang dia kenal di Facebook, lalu janjian ketemu di kuburan. Sesampai di makam, cowok ini malah alami hal sangat tragis. Kondisi badannya babak belur, lari tunggang langgang tanpa sehelai benangpun. "Celana dalam saja enggak," kata warga. Apa yang terjadi?  

Rio, seorang remaja yang berusia 16 tahun berteriak minta tolong dari area pemakaman TPU Prumpung, Jakarta Timur pada Senin (25/11/2019) malam.

Saat ditemukan oleh warga, Rio dalam kondisi tak mengenakan busana ketika keluar dari kawasan kuburan tersebut.

TribunStyle.com melansir dari Tribunnews Bogor, Rio bercerita, ia datang seorang diri ke area pemakaman untuk menemui sosok perempuan cantik yang ia kenal lewat Facebook.

Awalnya, Rio membuat janji untuk bertemu dengan seorang perempuan cantik di sekitar SPBU kawasan Jakarta Timur.

Semula, Rio mengajak temannya berboncengan sepeda motor ke lokasi untuk menemui perempuan tersebut.

Namun, saat tiba di pom bensin rencana berubah, tapi hasrat Rio untuk bertemu si gadis tak tertahankan.

Sampai akhirnya Rio rela menyusul meski harus menemui si gadis di TPU Prumpung, Jakarta Timur.

Rio pun menyusul seorang diri menggunakan sepeda motornya untuk menemui perempuan cantik tersebut.

Sementara itu, temannya diminta menunggu di pom bensin.

Saat tiba di kawasan pemakaman, Rio tak melihat wanita yang janjian dengannya tersebut.

Remaja ini malah disambut oleh tiga orang remaja pria yang saat itu berada di area pemakaman.

Penerangan yang samar-samar membuat pandangan Rio tak dapat melihat wajah mereka dengan jelas.

Tribunnews Bogor  

Tanpa tedeng aling-aling, di tengah kuburan ketiga remaja tersebut malah menganiaya Rio.

Sukma (42), warga Kelurahan Cipinang Besar Utara, mendadak kaget mendengar teriakan dari areal kuburan.

"Bu tolong, bu! tolong bu!" teriak Rio saat melihat Sukma.

Meskipun Rio berteriak minta tolong, namun Sukma tak langsung menolong, sebab Sukma kaget ketika melihat Rio dalam kondisi telanjang.

Sukma sempat beranggapan jika remaja tersebut hanyalah orang gila.

"Habisnya telanjang bulat. Pakai celana dalam saja enggak. Pas saya dekati baru kelihatan badannya berdarah," kata Sukma.

Sukma bergegas masuk ke dalam rumah, mengambilkan sarung untuk Rio menutupi badannya yang tanpa sehelai kain.

Ia juga menghampiri pengelola TPU Prumpung dan warga lain untuk menolong Rio malam itu.

Rupanya, Rio baru saja dianiaya sampai pakaiannya dilucuti oleh tiga remaja di tengah kuburan.

Korban juga menderita sejumlah luka tusuk dan memar.

"Dia enggak kenal sama tiga anak yang ngeroyok. Kalau cewek yang janjian sama dia sih, katanya masih tinggal di dekat TPU Prumpung sini," beber Sukma.

Beruntung, motor milik Rio tak digasak oleh pelaku yang malam itu kabur ke permukiman warga sekitar TPU Prumpung.

Namun, warga tak mengetahui pasti, apakah ketiga remaja pengeroyok Rio tersebut, naik motor atau jalan kaki.

Usai diselamatkan warga, Rio tak dapat bercerita banyak karena masih syok dikeroyok di tengah kuburan.

Namun, korban menduga salah satu pelaku yang mengeroyoknya itu merupakan pacar si gadis yang ia kenal melalui Facebook.

"Mengiranya pacar cewek yang ditemuin cemburu," kata Sukma.

Menurut Sukma, Rio hanya sebentar saja di kantor pengelola TPU Prumpung.

"Jadi warga enggak tahu pastinya. Pokoknya dia dikeroyok di area tengah makam," Sukma menegaskan.

Tubuhnya Berdarah-darah

Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Sopan Purnomo saat ditemui di TPU Prumpung, Jakarta Timur Senin (25/11/2019).

Tribun Jakarta Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Sopan Purnomo saat ditemui di TPU Prumpung, Jakarta Timur Senin (25/11/2019).

Ketua RW 03, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Sopan Purnomo mengatakan, saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi berdarah-darah.

"Pas ditemuin warga itu, dia sudah telanjang, kepala sama badannya juga berdarah-darah," terangnya.

Menurutnya, warga menemukan korban sekitar pukul 20.00 WIB malam.

"Pas korban sampai lokasi, perempuannya enggak ada. Yang ada justru tiga remaja laki yang mengeroyok dia," kata Sopan.

Warga di sekitar lokasi mendapati Rio dalam kondisi sudah babak belur.

"Pas didekati warga, baru dia cerita habis dikeroyok dan ditelanjangin," imbuh dia.

Menurutnya, korban terluka di hidung, telinga, dahi, dagu, perut, dan tangan.

"Ditusuknya pakai kunci motor dan pisau kecil begitu, memang darahnya banyak," Sopan menambahkan.

Malam itu karena diminta datang sendiri ke TPU Prumpung, Rio hanya menitipkan ponsel ke temannya.

"Handphonenya korban dititip sama temannya, dia datang sendiri naik motor ke TPU."

"Motornya sih enggak diambil, tapi semua pakaiannya diambil, ditelanjangin," lanjut Sopan.

Diantar ke Kantor Polisi

Sukma (42), warga yang pertama mendengar teriakan minta tolong korban mengatakan dugaan disampaikan Rio saat diselamatkan warga ke kantor pengelola TPU Prumpung.

"Kalau dia (Rio) sih mengiranya di antara pelaku ada pacar cewek yang mau dia temuin. Mengiranya pacar cewek yang ditemuin cemburu," kata Sukma di TPU Prumpung, Senin (25/11/2019).

Gelapnya lokasi pengeroyokan membuat Rio yang mengaku warga kawasan Pisangan, Kecamatan Pulogadung tak melihat jelas wajah pelaku.

"Habis diobati warga langsung dibawa polisi ke Polsek Jatinegara. Di sini mah sebentar doang, jadi warga enggak tahu pastinya. Pokoknya dia dikeroyok di area tengah makam," ujarnya.

Meski TPU Prumpung kerap jadi lokasi tawuran warga dan pernah memakan korban jiwa, kasus pengeroyokan yang dialami Rio baru pertama kali terjadi.

Terlebih modusnya membuat janji pertemuan dengan gadis dan pelaku memilih tak menggasak sepeda motor yang dikemudikan Rio.

"Awalnya sih korban janjian di pom bensin elok, masih area TPU Prumpung juga. Terus dibawa ke sini, ya sudah ditusuk dan ditelanjangi. Kalau motornya enggak diambil pelaku," tuturnya. (Damanhuri/Tribunnews Bogor)

Artikel Asli