Kamera Galaxy S20 Ultra Bidik Objek Berjarak Ratusan Meter, Ini Hasilnya

Kompas.com Dipublikasikan 03.11, 22/02 • Oik Yusuf
KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo
Modul kamera belakang di Galaxy S20 Ultra.

KOMPAS.com - Selain hardware mumpuni serta layar dan baterai besar, fitur unggulan dari Galaxy S20 Ultra adalah kamera belakangnya yang berjumlah hingga empat buah.

Salah satunya adalah kamera telephoto 48 megapiksel dengan tingkat zoom mencapai 100x. Artinya, tingkat pembesaran (zoom) yang dihasilkan bisa mencapai 100 kali dari kamera utama (wide).

Kamera telephoto Galaxy S20 Ultra sebenarnya memiliki jangkauan “asli” alias optical zoom sebesar 4x dengan sudut pandang selebar 24 derajat dan aperture f/3.5.

Samsung menempatkan lensa telephoto ini secara menyamping dengan mekanisme periskop (folding). Sebuah prisma digunakan untuk membelokkan cahaya dari arah depan lensa menuju sensor gambar yang terletak di samping.

Dengan begini, rangkaian lensa telephoto yang panjang secara fisik bisa ditempatkan sepenuhnya di dalam bodi ponsel, alih-alih menonjol ke luar seperti pada kamera konvensional.

Selain S20 Ultra, lensa jenis periskop sebelumnya sudah lebih dulu diterapkan di Huawei P30 Pro dan Oppo Reno 10x zoom.

Namun, dibanding semua ponsel yang ada di pasaran sekarang, Galaxy S20 Ultra menawarkan tingkat zoom tertinggi.

Baca juga: Mengukur Kinerja Samsung Galaxy S20 Ultra, Seberapa Kencang?

Hasil jepretan “Zoom 100x” Galaxy S20 Ultra

Samsung menerapkan teknologi “Hybrid Optical Zoom” berupa gabungan optical zoom asli dan pembesaran digital untuk memperpanjang jangkauan zoom Galaxy S20 Ultra hingga 10x.

Sampai tingkat zoom 10x itu, Samsung mengklaim tidak ada penurunan kualitas gambar (lossless) kendati sebagian pembesaran dilakukan secara digital. Resolusi awal dari kamera telephoto ini memang sudah tinggi, 48 megapiksel, dengan resolusi output 12 megapiksel.

Dari pengalaman KompasTekno saat menjajalnya, zoom dengan tingkat 4X memberikan hasil terbaik karena memang itulah tingkat pembesaran asli (optical) dari lensa telephoto Galaxy S20 Ultra.

Antara tingkat zoom 1x hingga 3,9x, foto berasal dari kamera utama (wide, 108 megapiksel) sehingga hasilnya tak sebagus zoom 4x.

Foto jepretan zoom 10x sekilas masih tampak bagus. Teknologi “Hybrid Optical Zoom” tampaknya bukan sekadar sebutan manis belaka.

Lain cerita dengan zoom 10x hingga 100x. Setelah tingkat pembesaran melewati angka 10x, Samsung menerapkan “Super Resolution Zoom” berupa pembesaran digital dan algoritma software untuk meningkatkan kualitas hasilnya.

Namun, degradasi kualitas akibat pembesaran digital yang tak lain merupakan variasi teknik cropping gambar ini tetap kentara. Di tingkat 30x, gambar sudah sangat buram.

Baca juga: Begini Cara Kerja Space Zoom 100x di Samsung Galaxy S20 Ultra

Meskipun resolusinya tetap 12 megapiksel (4.000 x 3.000 piksel), hasil jepretan tampak seperti foto resolusi rendah yang diperbesar (upscale) hingga mencapai resolusi tersebut.

Di angka 100x, hasil gambar sudah sangat buram. Upaya algoritma software meningkatkan kualitas membuat jepretannya tampak seperti lukisan cat air yang luntur. Walaupun demikian, outline dan bentuk obyek masih terlihat.

Perlu ditambahkan bahwa ponsel lain dengan tingkat zoom tinggi, seperti Huawei P30 Pro dan Oppo Reno Zoom 10x, tadi juga menghasilkan gambar hasil zoom maksimal yang sama-sama buram.

Baca juga: Sama-sama 108 MP, Ini Bedanya Kamera Galaxy S20 Ultra dan Mi Note10 Pro

Alat bantu bidik

"Space Zoom 100x" di Galaxy S20 Ultra berhasil melakukan pembesaran yang demikian tinggi sehingga obyek yang jauh pun bisa tampak sangat dekat.

Menara Kompas tempat KompasTekno menjepret foto berjarak lebih dari 700 meter ke menara TVRI (tinggi 147 meter) di bilangan Senayan, Jakarta Pusat. Namun, ketika zoom mencapai 100x, bahkan rangkaian jendelanya pun tak muat di dalam frame.

Di tingkat zoom yang tinggi, pembidikan gambar menjadi sangat sulit dilakukan karena gerakan tangan sekecil apapun akan sangat menggoyang framing. Makin tinggi tingkat zoom, makin kentara goyangannya. Membidik obyek yang berada di kejauhan pun jadi susah.

Samsung punya solusi jitu untuk masalah ini. Ketika tingkat zoom melewati 20x, Galaxy S20 Ultra akan menampilkan jendela kecil di sisi sisi kiri atas tampilan layar.

Jendela ini menampilkan frame keseluruhan dari kamera telephoto (4x), berikut area gambar yang sedang dijadikan area zoom, ditandai persegi panjang kecil di tengah crosshair.

Pengguna pun bisa melihat jendela untuk mengarahkan kamera ke obyek yang hendak dibidik dengan mudah, tanpa harus repot-repotzoom-out dulu, kemudian baru zoom-in kembali ke obyek.

Goyangan tangan akan tetap kentara di tingkat zoom tinggi. Untuk mengatasi problem tersebut dan menghindari motion blur, pengguna bisa menempatkan Galaxy S20 Ultra ke tripod atau permukaan benda yang stabil.

KompasTekno juga sempat menjajal membidik gedung sebuah BUMN yang berada di sekitar stasiun Gambir Jakarta. Jika ditarik garis lurus, jarak dari lokasi S20 Ultra (Menara Kompas) ke gedung tersebut sekitar lima kilometer.

Hasilnya, logo perusahaan negara tersebut masih bisa terlihat dengan zoom 100x. Warna dan bentuk logo cukup terlihat jelas meski hasilnya tidak tajam.

Di Indonesia, Galaxy S20 Ultra dijual dengan harga Rp 18.499.000 dengan RAM 12 GB dan internal 128 GB. Selain Ultra, ada Galaxy S20 dan S20 Plus yang ketiganya bisa dipesan di Indonesia hingga 23 Februari di situs Galaxy Launch Pack.

Video hands-on Samsung Galaxy S20, S20+, dan S20 Ultra yang direkam KompasTekno langsung dari San Francisco bisa disimak melalui link ini.

Penulis: Oik YusufEditor: Reza Wahyudi

Artikel Asli