Kalung Korona Dicibir, Litbang Kementan: “Inovasi Bangsa Sendiri Dibully”

Trending Now! Dipublikasikan 03.13, 06/07
Photo by Unsplash/martinsanchez
Photo by Unsplash/martinsanchez

Pada Minggu (5/7) Kemeterian Pertanian (Kementan) mengabarkan akan memperoduksi kalung anti korona.

Kalung tersebut diyakini mampu membunuh virus hingga 80 persen. Akan tetapi sebelum diproduksi secara massal, kalung ini menuai kontroversi di masyarakat.

Menanggapi kontroversi serta cibiran dari publik, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan Pangan) Kementerian Pertanian memberikan sindiran.

Dalam Instagram Story @puslitbangtan_pangan mengunggah gambar dari kemasan kalung tersebut. Mereka juga menambahkan keterangan mengenai masyarakat yang membully inovasi bangsa sendiri, tetapi membeli produk serupa dari luar negeri.

@puslitbangtan_pangan menyindir sejumlah orang yang beberapa waktu lalu menggunakan kalung anti virus ‘Shut Out’ dari Jepang yang populer digunakan selebriti Indonesia.

Yaaaaaaa puslitbangnya baper, hayo looh pic.twitter.com/dDfhQBBeKX

— Agnostik Indonesia (@Agnostik_ID) July 5, 2020

Pulitbangtan pangan merupakan balai riset mengenai tanaman pangan, dalam media sosialnya mereka mengunggah berbagai kegiatan dan informasi seputar pangan serta aktivitas pertanian.

Cuitan ini kemudian ramai ditanggapi oleh warganet Twitter, mereka menyesalkan sikap @puslitbangtan_pangan yang mengunggah sindiran tersebut.

Warganet menilai hadirnya kalung anti korona ini tidak sepenuhnya akan membunuh virus, sebab risiko penularan masih menjadi ancaman.

Kementan memproduksi massal produk berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) pada Agustus mendatang.

Menanggapi kontroversi yang ditimbulkan oleh kalung anti virus korona itu, Fadjry Djufry menjelaskan, kalung anti virus korona tidak semata-mata dibuat tanpa perhitungan. 

Menurut Fadjry penelitian produk ini telah dikerjakan sejak 10 tahun lalu, di mana sebelum adanya pandemi seperti saat ini.

“Kementan pun sudah melakukan penelitian sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus korona seperti influenza, beta korona dan gamma korona,” ujar Fadjry.

Kalung ini merupakan racikan dari ramuan antivirus dengan bahan dasar dalam negeri, seperti pohon kayu putih.

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI  

Pada Maret lalu publik sempat dihebohkan dengan sejumlah artis yang menggunakan kalung antivirus serupa.

Beberapa artis ternama di antaranya Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, hingga keluarga Anang Hermansyah menggunakan kalung berwarna biru yang dianggap mampu menghilangkan virus korona.

Kalung keluaran Jepang tersebut mengandung klorin dioksida pada level rendah, dan diklaim produsennya dapat memblokir bakteri serta virus di udara.

Namun ‘Shut Out’ ini dianggap palsu, karena produk belum teruji secara klinis dan bahkan dilarang penjualannya di Amerika Serikat sebab masuk dalam kategori pestisida.

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI