"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Kompas.com Dipublikasikan 23.52, 14/07 • Michael Hangga Wismabrata
Capture Facebook
Ibu-ibu dan anaknya berunjuk rasa menuntut agar sekolah anaknya tidak diliburkan

KOMPAS.com - Ibu-ibu wali murid di Pamekasan, Jawa Timur, mendatangi sebuah sekolah di Desa Tebul Barat, Kecamatan Penganten, dan memprotes anak-anak mereka diliburkan kembali.

Mereka meminta pihak sekolah untuk segera memulai pelajaran bagi anak-anak mereka. Aksi para wali murid tersebut sempat menjadi viral di media sosial.

"Kalau tetap diliburkan, anak-anak kami terampas pendidikannya. Kami takut anak kami bodoh," kata salah satu ibu dalam video yang beredar luas. 

Baca juga: Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Dari penelusuran Kompas.com, para ibu merasa resah terhadap program pendidikan jarak jauh selama pandemi tak pernah berjalan. 

Akibatnya, menurut Mustofa, anak-anak selama lebih kurang empat bulan sejak wabah corona, hanya bermain saja.

"Wali murid kesal karena libur sekolah terlalu lama. Mereka mendesak agar sekolah diaktifkan kembali," ungkap Mustofa.

 

Viral di media sosial

Video aksi para wali murid itu pun menjadi viral di media sosial. Tampak para ibu mendatangi sekolah bersama anak-anak mereka yang telah berseragam sekolah dan membawa tas.

Salah satu ibu bahkan sempat mengancam akan memindahkan anaknya jika sekolah tak segera dimulai.

"Jika sekolah ini diliburkan, kami akan memindahkan anak kami ke sekolah lain," kata salah seorang ibu yang mengenakan kerudung merah.

Baca juga: Sulitnya Bersekolah Lagi di Tengah Pandemi Corona…

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan mengaku, pihaknya belum mendapatkan laporan dari kepala sekolah SD tersebut.

Akan tetapi, menurutnya, sekolah tetap akan menuruti imbauan pemerintah untuk menggelar kegiatan belajar di rumah.

“Tetap tidak bisa dibuka lagi karena kalau dibuka bisa melanggar SKB Menteri,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Fatimatus Zahrah ketika dikonfirmasi.

(Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Editor: Dheri Agriesta)

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli