Kakek yang Viral Pakai Seragam SMA saat Salat Idul Adha di Bone Butuh Bantuan

kumparan Dipublikasikan 15.25, 04/08 • kumparanNEWS
Kakek Saka (kiri) dan kondisi rumahnya yang kurang layak. Foto: Dok. Istimewa

Kakek yang viral di sosial media karena mengenakan seragam Sekolah Menengah Atas (SMA) saat salat Idul Adha di Kabupaten Bone, Sulsel, butuh uluran tangan. Kakek bernama Dg Sakka ini ternyata hidup di tengah kemiskinan.

Sakka tinggal di rumah yang tidak layak huni di Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dia tinggal bersama dengan istri dan saudara yang difabel dengan kondisi mata buta. Keseharian kakek Sakka hanya mengandalkan belas kasihan dari warga sekitar, meski sesekali jadi buruh harian lepas.

Andi Salsabila selaku pemilik akun aplikasi tiktok, @andisalsaa_s, yang sempat merekam lalu memviralkan informasi soal Sakka mengatakan, kakek ini butuh uluran tangan dari masyarakat. Karena, selain Sakka sudah tidak bekerja lagi, ternyata dia juga tinggal di rumah panggung yang tidak layak huni.

"Setelah kami menyaksikan kehidupan kakek Sakka yang jauh dari kata layak, sehingga kami ini membuka donasi. Dan mengajak masyarakat agar membantu kakek Sakka dan keluarganya," kata Caca sapaan akrab Andi Salsabila kepadakumparan, Selasa (4/8).

Kakek Saka bersama keluarganya di rumahnya yang kurang layak. Foto: Dok. Istimewa

Caca menceritakan, Sakka tinggal di rumah tak layak huni, rumah panggung. Dinding dan atap rumahnya sudah bolong-bolong. Saat turun hujan, air masuk dalam rumahnya dan bahkan pakaian serta perabot rumahnya ini basah kuyup. Seringkali, baskom-baskom disiapkan untuk menampung bocornya air dari atap rumah.

Selain kondisi rumahnya, Sakka juga tidak mempunyai perabotan rumah tangga, seperti tempat pakaian atau lemari. Pakaian yang sudah lusuh dan bolong itu hanya bisa disimpan atau dibungkus dengan menggunakan sarung.

Di bagian dapur, Sakka hanya mengandalkan kayu bakar, ia tidak mempunyai kompor atau alat memasak lainnya.

"Rumahnya sudah bolong-bolong kak. Tidak ada apa-apa. Untuk tidur saja beralaskan tikar, dan ranjang tuanya itu untuk istrinya. Apalagi kalau bagian dapur, tidak ada apa-apa. Kasian sekali kakek Sakka," bebernya.

Kondisi rumah Kakek Saka yang kurang layak. Foto: Dok. Istimewa

Melihat kondisi kehidupan dan tempat tinggal kakek Sakka membuat Caca dan orang tuanya tergerak untuk membantu. Caca sudah membuka donasi melalui kitabisa.com, serta ia merelakan ATM ibunya, Nurhudiah, dijadikan wadah untuk menampung sumbangan atau donasi dari masyarakat.

"Donasi bisa dikirim ke nomor rekening ibu saya kak, BRI 0111-01-00976750-3 Nurhudiah Noor. Dan juga bisa melalui kitabisa.com," tambahnya.

Caca mengaku, bantuan atau donasi nantinya ini akan diserahkan langsung ke kakek Sakka untuk merenovasi rumahnya itu. Hingga saat ini, lanjut Caca, jumlah donasi yang terkumpul sudah puluhan juta rupiah.

"Uang yang sudah terkumpul dari kemarin sudah ada Rp 28 juta. Uang itu nantinya akan kita buatkan rumah. Kita bicara nanti sama tukang untuk bedah rumah, nanti ibu siapkan bahan bakunya dari donasi yang terkumpul, lebihnya nanti kalau ada dibelikan perabot," ucapnya.

Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan seorang kakek di Bone, Sulsel, salat Idul Adha menggunakan seragam SMA. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @andisalsaa_s pada Minggu (2/8). Dalam rekaman video, kakek itu terlihat mengenakan seragam SMA sambil peci hitam dan menenteng sajadah. Ia mengenakan sandal jepit hijau di tengah kerumunan jemaah.

Sampai hari ini tayangan video sang kakek dalam akun @Andisalsaa_S sudah ditonton 7 juta orang dengan ribuan komentar yang prihatin sama dia, dan kebanyakan netizen meminta untuk dibukakan donasi membantu si kakek.

Artikel Asli