Kakek Perkosa Cucunya yang Masih SMP hingga Hamil Enam Bulan

Kompas.com Dipublikasikan 12.10, 11/11/2019 • Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Polisi kembali menerima laporan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh keluarga sendiri di Kabupaten Probolinggo.
Unit PPA Polres Probolinggo kembali menerima kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Kali ini korbannya adalah SI (13), warga Kecamatan Pakuniran.

Ia diperkosa oleh kakeknya sendiri, yaitu MIS (53) hingga hamil 6 bulan.

Baca juga: Diancam Pakai Badik, Mahasiswi Diperkosa Ayah Tiri hingga Hamil
Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isyana Reni Antasari mengatakan, pihaknya memang kembali menerima laporan kasus perkosaan anak di bawah umur. Terlapor dalam kasus itu adalah kakek dari korban sendiri.
“Korban melapor kemarin didampingi oleh pamannya sendiri. Dari keterangan korban, terlapor menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Kini korban tengah hamil 6 bulan hasil perbuatan si kakek. Sedangkan korban saat ini masih duduk di bangku SMP. Kami sudah menerima laporan itu dan akan kami tindaklanjuti,” kata Reni Senin (11/11/2019).
Menurutnya, tersangka masih belum ditangkap. Sebab, polisi masih perlu melengkapi bukti dan keterangan atas kasus tersebut.

Di antaranya ialah keterangan saksi dan hasil visum medis. Jika bukti tersebut nantinya sudah dinyatakan cukup, pihaknya akan segera mengamankan pelaku.
"Kami mempelajari kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti. Jika nantinya sudah cukup kuat, kami akan segera mengamankan pelaku dalam kasus itu,” tutur Reni.

Baca juga: Pemerkosaan 9 Perempuan di Jombang, Salah Satu Korban Diperkosa karena Pacaran dengan Adik Pelaku
Saat ditanya soal maraknya laporan kasus pemerkosaan itu, Reni juga geleng-geleng kepala karena banyak laporan kasus pemerkosaan.
Rentang waktu antar laporan satu dengan yang lain sangat dekat. Hanya berjarak seminggu.
"Kami berharap maraknya laporan itu bisa menjadi pemicu korban pemerkosaan lain agar berani melapor. Itu agar tindak kekerasan seksual segera terungkap. Banyak korban yang takut melapor karena diancam tersangka. Apalagi tersangka masih orang terdekat daripada korban,” terangnya.

Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad FaisolEditor: Khairina

Artikel Asli