Kakek Pemilik Warung Kelontong Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Diduga Dirampok

iNews.id Dipublikasikan 13.46, 15/08 • Rahmat Hidayat
Petugas mengevakuasi mayat kakek pemilik warung dari Kampung Kayuringin Poncol, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020). (Foto: iNews/Rahmat Hidayat)
Petugas mengevakuasi mayat kakek pemilik warung dari Kampung Kayuringin Poncol, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020). (Foto: iNews/Rahmat Hidayat)

BEKASI, iNews.id – Kakek pedagang kelontong di Bekasi, Jawa Barat, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi warung dagangannya, Sabtu (15/8/2020) siang. Korban tewas mengenaskan dengan luka tusukan parah di leher dan perut.

Kejadian ini menggegerkan warga Gang Kong Pekung RT 02 RW 16 Kampung Kayuringin Poncol Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Korban bernama Lukito (68), yang pernah bekerja di perusahan otomotif ini diduga kuat tewas dibunuh oleh perampok. Pasalnya, sejumlah barang dagangan, dompet, dan uang milik korban di laci raib.

Anak korban yang mengetahui ayahnya tewas bersimbah darah langsung syok. Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi langsung membawa jasad korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk kepentingan autopsi.

Saat ditemui di lokasi, salah satu putri korban mengatakan, ayahnya sehari-hari berjualan barang kelontong di warung petak, setelah pensiun dari perusahan otomotif. Kondisi ayahnya juga mengalami gangguan pendengaran sehingga diduga tidak mengetahui ada perampok yang akan beraksi di warungnya.

“Saya tadi tahu karena ditelepon. Bapak sudah di lantai kamar mandi dan ada luka di leher dan perut. Tadi pagi kami masih ketemu,” kata putri korban, Dwi Laksitowati.

Ketua RW Setempat Hamdani mengatakan, dirinya mengetahui ada warganya yang tewas dari salah satu warga. Dia langsung mendatangi warung dagangan korban dan menemukan kakek tersebut sudah tidak bernyawa.

“Katanya bapak itu pingsan, tapi ada luka di leher dan perut, ternyata sudah meninggal. Tadi masih berdagang, cuma kalau pagi memang sepi. Tadi juga sama sekali ga ada kegaduhan di sini,” kata Hamdani.

Sementara itu, petugas identifikasi Polres Metro Bekasi Kota yang mendapatkan laporan ada penemuan mayat ini langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, petugas menduga korban meninggal dunia akibat dibunuh.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Hery Purnomo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan yang disertai pembunuhan tersebut. Korban mengalami luka tusuk di bagian leher dan di perut. Selain itu, ada sebagian barang-barang milik korban yang hilang.

“Kami sudah mengamankan barang bukti sebilah pisau yang diduga sebagai alat untuk membunuh korban. Selain itu, sebuah kotak kayu dan dua buah kaleng biskuit tempat korban menyimpan uang,” kata AKBP Hery Purnomo.

Kasus pembunuhan dan perampokan ini masih ditangani Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Selatan. Usai melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas mengumpulkan sejumlah barang-bukti dan memeriksa saksi-saksi.

Artikel Asli