Kakek Ini Diterkam Beruang Cokelat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kompas.com Dipublikasikan 04.04, 06/12/2019 • Ardi Priyatno Utomo
The Siberian Times/Vitimsky Administration via Daily Mirror
Sergey Fadeyev, kakek 66 tahun yang tinggal di desa Bolshoi Severny, Rusia. Dia tewas diterkam oleh beruang yang kelaparan hingga hanya tersisa tangan dan kakinya.

MOSKWA, KOMPAS.com - Seekor beruang cokelat yang lapar dilaporkan menerkam seorang kakek dan anjing peliharaannya di desa Rusia.

Berdasarkan laporan media lokal, yang tersisa dari pria bernama Sergey Fadeyev itu hanyalah tangan serta kaki.

Dalam keterangan penduduk setempat seperti diwartakan Daily Mirror, beruang cokelat itu gagal untuk hibernasi.

Baca juga: Petani di Sumsel Tewas Diserang Beruang Madu

Jadi, dia sengaja menutupi apa yang tersisa dari Fadeyev dan anjing peliharaannya untuk kembali menyantapnya.

Beruang itu dikabarkan masuk ke rumah Fadeyev di Regio Irkutsk, Siberia, setelah menjebol kaca di tengah suhu minus 45 derajat Celsius.

"Beruang cokelat itu masuk saat malam. Dia menyantap organ dalam dan lengannya," ujar saksi bernama Alexandra Sannikova.

Polisi yang mendapat laporan tentang kemunculan beruang menemukan potongan jenazah Fadeyev begitu dia tidak menjawab panggilan.

Sannikova menerangkan begitu kabar serangan terhadap Fadeyev tersiar, seluruh penduduk diminta tak keluar dengan keadaan darurat diumumkan.

Kepala desa distrik Mamsk-Chuysky, Alexander Tyurin, menerangkan jebakan segera dipasang untuk memancing beruang tersebut.

Binatang buas itu akhirnya keluar dari hutan setelah termakan umpan itu, dan mati ditembak oleh pemburu lokal.

Berdasarkan keterangan media lokal, beruang itu bisa ditembak lantaran dia hendak kembali untuk menyantap kakek 66 tahun itu.

Sebelum terjadinya serangan, warga desa Bolshoi Severny dilanda ketakutan selama dua hari karena beruang itu berkeliaran.

"Saya hidup di sini selama 50 tahun. Belum pernah sebelumnya ada kejadian beruang coklat memakan manusia," ungkap Nikolay Balutkin, pemerintah lokal.

Menurut keterangan mereka, beruang itu gagal berhibernasi karena kekurangan buah beri yang menjadi makanan mereka di musim panas.

*Baca juga: Beruang Madu Rajin Serang Ternak Kambing dan Lebah, Warga Ketakutan *

Penulis: Ardi Priyatno UtomoEditor: Ardi Priyatno Utomo

Artikel Asli