Kabar Corona Dunia: Bill Gates Prediksi Akhir Pandemi, Kasus Afrika Capai 1 Juta

kumparan Dipublikasikan 23.15, 07/08 • kumparanNEWS
Orang-orang memakai masker saat mereka berjalan di jalan di Hanoi, Vietnam. Foto: Kham/REUTERS

Pandemi virus corona di dunia masih belum berakhir. Meski ada sejumlah negara yang sudah tidak melakukan lockdown, namun ada negara yang harus kembali menerapkan lockdown karena kasus corona kembali melonjak.

Selain itu, dunia masih menantikan vaksin dari virus corona yang hingga saat ini masih diteliti dan akan segera dilakukan uji klinis.

Untuk itu, berikut kabar corona dunia yang telah kumparan rangkum:

1. Kasus Positif Corona di Afrika Capai 1 Juta Orang

Penyebaran virus corona di Benua Afrika masih belum terkendali. Reuters mencatat, kasus positif corona di Afrika mencapai 1.003.056 orang.

Seorang tentara mengimbau warga untuk menutup tokonya selama lockdown di Afrika, akibat wabah viruc corona, Jumat (27/3). Foto: Reuters/Mike Hutchings

Dari jumlah itu, sebanyak 21.983 orang meninggal dunia dan 676.395 lainnya berhasil sembuh. Jika dilihat dari situs real time Worldometers, episentrum corona di Afrika berada di Afrika Selatan dengan jumlah 538.184 kasus positif. Terjadi penambahan 8.307 kasus hanya dalam sehari.

2. WHO Sebut Kasus Corona Pada Usia Muda Meningkat Drastis

WHO mencatat virus corona tak lagi rentan menyerang masyarakat usia lanjut, sebab usia muda juga rentan tertular corona. Fakta tersebut muncul berdasarkan data perkembangan corona dari WHO selama 5 bulan terakhir.

Dilansir Reuters, Berdasarkan analisis WHO antara 24 Februari hingga 12 Juli 2020 tercatat, 15 persen dari 6 juta kasus COVID-19 terjadi pada kelompok orang dengan rentang usia 15-24 tahun. Sebelum 24 Februari, angkanya masih berada di 4,5 persen.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta masyarakat dunia untuk berhati-hati dan tidak menganggap remeh pandemi corona saat ini.

"Kalangan muda juga bisa terinfeksi, meninggal dunia dan mereka juga bisa menginfeksi virus (corona) orang lain," kata Tedros.

3. Bill Gates Prediksi Pandemi Corona Berakhir Akhir 2021

Bill Gates kembali mengungkapkan prediksinya kapan pandemi corona akan berakhir. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Gates mengatakan pandemi bisa berakhir pada 2021.

Prediksi ini berdasarkan riset pengembangan vaksin virus corona dan terapi pengobatan pasien COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona, yang terus menunjukkan hasil positif.

Bill Gates. Foto: REUTERS/Stringer

"Inovasi dalam diagnosis, terapi, dan vaksin akan membawa kita keluar dari (pandemi) ini pada akhir 2021," kata Gates. "Akhir (pandemi) yang sebenarnya datang ketika antara infeksi alami dan vaksin kita memiliki kelompok imunitas."

4. Gubernur Ohio Positif Corona

Gubernur Ohio, Amerika Serikat, Mike DeWine, mengumumkan dirinya positif terjangkit virus corona. DeWine dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tes kesehatan untuk menyambut Presiden AS, Donald Trump, di Cleveland.

Rencananya, DeWine akan mendampingi Trump untuk mengunjungi pabrik Whirlpool di Ohio. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan.

Gubernur Ohio, Mike De Wine. Foto: governor.ohio.gov

Kendati demikian, DeWine mengaku tidak memiliki gejala. Ia akan kembali ke ibu kota Ohio, Columbus, untuk menjalani karantina di rumah selama 14 hari.

5. 11 WNI di Uzbekistan Terinfeksi Corona

Jumlah WNI yang dinyatakan positif virus corona di luar negeri mencapai 1.279 orang hingga Jumat (7/8) pukul 08.00 WIB. Sebanyak 111 meninggal dunia, 848 pasien sembuh dan 320 lainnya dalam perawatan.

Salah satu negara yang terdapat WNI terjangkit virus corona adalah Uzbekistan. Di negara pecahan Uni Soviet tersebut jumlah WNI positif COVID-19 mencapai 11 orang.

Perkembangan COVID-19 di Dunia dan Perlindungan WNI. Foto: Kemlu.go.id

Meski berjumlah di atas 10, seluruh WNI yang terkena corona di Uzbekistan dilaporkan stabil.

“Sesuai data terakhir yang kami terima siang ini, 11 WNI yang positif di Uzbekistan seluruhnya menjalani karantina mandiri karena mengalami asymptoms (tanpa gejala)," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha dalam pres briefing Kemlu.

Artikel Asli