KPAI Tindaklanjuti Konten Porno di Situs Belajar Anak

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 07.02, 14/08 • Agus Yulianto
Komisioner Bidang Pornografi dan Cybercrime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah
Komisioner Bidang Pornografi dan Cybercrime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku telah menerima aduan masyarakat terkait adanya konten iklan berbau pornografi yang muncul dalam situs belajar anak. Konten itu muncul di sela-sela soal dan jawaban dalam laman tersebut. Situs tersebut diduga gurubp.com. 

Komisioner Bidang Pornografi dan Cybercrime KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan, KPAI menerima pengaduan dari sejumlah masyarakat yang merasa resah dengan konten tersebut. "Kita sudah tindaklanjuti," kata Margaret saat dihubungi Republika, Jumat (14/8).

Margaret mengatakan, konten negatif atau iklan yang menampilkan konten yang tidak baik tersebut segera dihilangkan. Dengan demikian, tidak banyak anak yang terpapar konten negatif/pornografi tersebut

KPAI menyayangkan munculnya konten tersebut di dalam laman yang memuat pendidikan belajar daring untuk siswa. Konten yang muncul diduga berupa iklan yang kerap muncul sebagai //pop-up//. 

Per Jumat (14/8) ini, berdasarkan penelusuran //Republika//, situs gurubp.com tidak dapat diakses dan mengalami pemblokiran. Dalam keterangan pemblokiran akses, dituliskan bahwa situs tidak dapat diakses karena mengandung konten pornografi. 

Margaret pun mengajak kepada orangtua untuk berperan aktif dalam melakukan pendampingan pada anak pada saat penggunaan gadget, utamanya pada saat pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi internet.

"Peran sangat penting adalah pendampingan orangtua terhadap anak dalam penggunaan gadget, termasuk dalam proses pembelajaran jarak jauh melalui daring agar anak dapat terhindar dari konten negatif/pornografi dan berbagai kejahatan siber," ujar Margaret dalam keterangannya. 

Margaret juga berharap, guru dapat memberikan informasi tentang literasi digital kepada orangtua dan murid agar terhindar dari berbagai konten negatif di internet, terutama dalam pendampingan pembelajaran jarak jauh. 

Artikel Asli