Jual pesawat tempur, AS: Sangat penting bantu Indonesia kembangkan pertahanan diri

Kontan.co.id Dipublikasikan 16.50, 08/07/2020 • SS. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) mengatakan, sangat penting bagi kepentingan nasional negeri uak Sam untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan kemampuan pertahanan diri lewat penjualan senjata dan peralatan militer.

"Sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif," kata Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA), Senin (6/7).

Melansir Defence News, lewat situsnya, DSCA mengumumkan, penjualan potensial delapan pesawat tempur MV-22 Block C Osprey senilai total US$ 2 miliar atau hampir Rp 29 triliun ke Indonesia.

Baca Juga: Mengenal V-22 Osprey, pesawat tempur yang akan Indonesia beli

Termasuk, mesin 24 AE 1107C Rolls-Royce, 20 radar infra merah forward-looking AN/AAQ-27, sistem peringatan rudal AN/AAR-47, dan radar penerima peringatan AN/APR-39, juga 20 senapan mesin M-240-D 7.64 mm dan senapan mesin GAU-21.

DSCA menyebutkan, pesawat tempur MV-22 Block C Osprey hasil kolaborasi Boeing Company dan Bell Helicopter-Textron itu juga akan meningkatkan kemampuan bantuan kemanusiaan dan bencana Indonesia serta mendukung operasi amfibi.

“Penjualan potensial ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan mitra regional penting yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik," sebut DSCA. 

Baca Juga: Total Rp 29 triliun, Indonesia borong 8 pesawat militer MV-22 Block C Osprey dari AS

Pengumuman DSCA berarti Departemen Luar Negeri AS telah memutuskan Program Penjualan Militer Luar Negeri (FMS) potensial memenuhi standar. Tetapi, bukan jaminan penjualan akan terjadi sesuai yang DSCA umumkan. 

Setelah mendapat persetujuan Kongres AS, pembeli dari luar negeri termasuk Indonesia mulai bernegosiasi tentang harga dan kuantitas, yang keduanya bisa berubah hingga negosiasi berakhir.

Artikel Asli