Ju-On Origins Review: Perpaduan Antara Horror dan Suspense Crime

CULTURA.ID Dipublikasikan 15.46, 06/07 • Erlinda Sukmasari
Ju-On-Origins-Review
Ju-On Origins | Netflix

Ju-On: Origins merupakan Netflix Original Series terbaru Jepang yang disutradarai oleh Sho Miyake. Terdiri dari 6 episode saja, kita akan dibawah ke tahun 90-an dimana kutukan Ju-On di sebuah rumah tua telah menciptakan berbagai kejadian berdarah bagi setiap orang yang masuk ke rumah tersebut.

Kisah Ju-On sendiri telah merilis 13 judul film, dimulai pada tahun 2000 dengan dua film; “Ju-On” dan “Ju-On 2”. Ada juga beberapa film adaptasi Hollywood dari waralaba ini, “The Grudge”. Memang tidak semua film Ju-On memiliki ulasan yang bagus, namun hal ini tidak menghentikan ketertarikan penikmat film horor pada sosok Ju-On. Melalui “Ju-On: Origins” kita akan mengeksplorasi lebih lagi asal-usul kutukan yang dimulai dari sebuah rumah dengan sejarah yang mengerikan.

Konten Drama Kriminal Supernatural Lebih Dominan

Ju-On: Origins tidak murni membawakan kisah horror dengan bayang hantu di setiap sudut ruangan. Akan lebih banyak konten drama kriminal dengan nuansa suspense yang ditampilkan. Seperti adegan pembunuhan yang sadis antara suami istri, hingga adegan perundungan yang tidak nyaman untuk dilihat. Akan ada beberapa adegan sadis yang cukup monumental dan dijamin akan menghantui penonton serial ini.

Ju-On Origins Netflix

Ju-On Origins | Netflix

Ada juga konten tentang kekerasan dalam rumah tangga yang menjadi salah satu kisah menonjol dalam serial ini. Meski tak semuanya disebabkan oleh kutukan Ju-On, secara keseluruhan ada banyak materi kriminal yang membuat serial ini memiliki kemasan suram dan gelap. Kita tidak akan melihat banyak adegan penampakan hantu, lebih pada dampak kutukan nyata yang disebabkan oleh roh halus yang masih misterius.

Tak perlu khawatir dengan jumpscare, film ini membangun suasana suspense yang menegangkan lebih pada atmosphere yang tidak nyaman dan perilaku manusia yang tidak bisa ditebak. Serial ini sangat minim adegan mengagetkan yang ditimbulkan oleh penampakan hantu seperti pada film horror pada umumnya.

Mengandung Visual Absurd dan Menggelisahkan yang Artistik

Sudah lama semenjak serial drama Jepang menghadirkan sinematografi yang artistik dengan produksi serius. Ju-On: Origins patut mendapatkan nilai plus pada produksinya.

Mengambil latar waktu tahun 90-an. Desain lokasi, makeup, serta pemilihan busana pada setiap aktor dalam serial ini sangat akurat menggambarkan latar waktu yang dipilih. Begitu juga dengan pemilihan filter film yang suram dan sangat berperan besar dalam membangkitan suasana Jepang tahun 90-an yang hangat namun juga menggelisahkan.

Ju-On Origins

Ju-On Origins

Serial ini dibawakan dalam timeline yang maju mundur dan menciptakan dunia paralel yang membuat kepala cukup pusing. Jika tidak memperhatikan serial dengan seksama, kita bisa kelewatan penjelasan secara visual yang menjadi petunjuk latar waktu pada setiap adegan. Pada beberapa transisi, filter akan berubah untuk memberikan statement sekaliguskan memberikan efek artistik.

Tidak Menjawab Pertanyaan, Justru Menimbulkan Banyak Misteri Baru

Dalam segi esensi cerita, Ju-On: Origins belum mengungkap asal usul Ju-On yang menebar kutukan dalam rumah tersebut. Jangan terlalu berekspektasi tinggi untuk bertemu dengan hantu terkenal dari Jepang tersebut dalam serial ini.

Terdiri dari berbagai perspektif karakter dan timeline, muncul banyak plot hole baru yang akan menimbulkan banyak pertanyaan. Memasuki episode 4 dan 5, kisah yang dibawakan akan terasa semakin absurd dengan plot yang melompat-lompat. Pada akhirnya, kita tidak mendapatkan jawaban melainkan memiliki banyak pertanyaan baru dengan akhir yang menggantung.

Sepertinya akan ada season baru nantinya, karena serial ini bisa dibilang memiliki produksi yang serius. Rasanya kurang realistis jika Yo Takahashi dan Takashige Ichise sebagai penulis drama ini mengakhiri naskahnya dengan adegan terakhir yang tak memberikan kejelasan namun teror yang belum berhenti.

Namun, secara keseluruhan, “Ju-On: Origins” cukup layak untuk ditonton bagi penggemar Ju-On maupun kita yang menyukai drama supranatural kriminal.

Artikel Asli