Jonan beberkan strategi pemerintah untuk capai 100% rasio elektrifikasi 2020

Kontan.co.id Dipublikasikan 09.34, 25/08/2019 • Sugeng Adji Soenarso

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rasio elektrifikasi ditargetkan bisa mencapai 100% pada tahun depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan menegaskan, seluruh rumah di Indonesia ditargetkan akan tersambung listrik pada akhir tahun 2020.

Hingga akhir tahun ini, Jonan menargetkan rasio elektrifikasi sudah bisa mencapai lebih dari 99%.

"Harapan saya sesuai permintaan Bapak Presiden kalau bisa rasio elektrifikasi mendekati 100% akhir tahun ini. Jadi akhir tahun ini lebih dari 99% dan saya optimis mestinya di akhir 2020 selesai 100%," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/8).

*Baca Juga: Siapkan capex Rp 90 triliun tahun ini, PLN bakal rilis global bond *

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi per bulan Juli 2019 mencapai 98,8%. Kendati begitu, Jonan mengungkapkan sejumlah tantangan dalam merampungkan sisanya, yang mencapai 1,2%.

Tantangan pertama, layanan akses listrik berada di daerah yang sulit terjangkau dengan minim infrastruktur. Kedua, kemampuan masyarakat dalam membayar biaya sambung listrik yang masih rendah.

Jonan memperkirakan untuk daya sambung pada pelanggan 450 VA itu membutuhkan biaya sekitar Rp 750.000. Ia pun memprediksi, setiap tahun akan ada penambahan jumlah rumah tangga baru sekitar 500.000 rumah tangga.

"Ada sekitar 600.000 yang tidak mampu bayar biaya sambung. Ini yang harus diperjuangkan," ungkap Jonan.

*Baca Juga: Pemerintah akan kuncurkan Rp 17,7 triliun PMN untuk BUMN tahun depan *

Guna menyiasati tantangan tersebut, strategi yang ditempuh Pemerintah adalah melalui patungan biaya sambung. Seperti sinergi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyumbang 100.000 biaya sambungan listrik gratis, PLN dan pegawainya sebanyak 40.000, dan pegawai Kementerian ESDM bagi sekitar 2.500 rumah.

"Sampai sekarang sudah terkumpul 250.000 biaya sambung listrik," tandas Jonan.

 

 

Artikel Asli