Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Memaksa Kerja Serba Cepat

Jawapos Diupdate 06.28, 14/08/2020 • Dipublikasikan 13.58, 14/08/2020 • Estu Suryowati
Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Memaksa Kerja Serba Cepat

JawaPos.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, masa pandemi ini telah memaksa seluruh masyarakat untuk menggeser cara bekerja. Selain itu, pola pikir dan etos kerja harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan.

“Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/8).

Menurutnya, efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.

“Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan,” tuturnya.

Dengan peristiwa pandemi ini, Jokowi menambahkan, maka reformasi fundamental di sektor kesehatan harus dipercepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan.

“Penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan. Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan secara besar-besaran,” katanya.

Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan, dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri. Efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi, dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan.

Food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. Bukan lagi menggunakan cara-cara manual, tetapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaata kecanggihan digital. Bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional,” pungkasnya.

 

Artikel Asli