Jokowi Sebut Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik

Kompas.com Dipublikasikan 07.21, 14/08/2020 • Dio Dananjaya
KOMPAS.com /  GARRY ANDREW LOTULUNG
General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad menguji mobil BMW i8 saat acara kick off pengembangan charging stasion SPLU di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-57 Kemerdekaan RI, Presiden Joko Widodo menyinggung soal perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Jokowi mengatakan Indonesia bisa menjadi pemain utama kendaraan ramah lingkungan, sebab baterai yang menjadi sumber tenaga mobil listrik sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

Pengembangan produksi baterai dinilai dapat memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang kerja, sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Baca juga: Hampir Rampung, Tol Bogor Ring Road Sudah Tembus sampai Semplak

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam pengembangan baterai lithium untuk mobil listrik.

“Biji nikel telah bisa diolah menjadi feronikel, stainless steel, lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium,” ucap Jokowi, dalam pidatonya, Jumat (14/8/2020).

Terlebih Indonesia juga memiliki ketersediaan bahan baku yang bisa dimanfaatkan untuk produksi baterai kendaraan listrik.

Baca juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Arti Warna Coklat dari Rambu Penunjuk Arah

Jokowi menambahkan, kemandirian ini menjadi bukti bahwa Indonesia bisa mandiri dalam pengembangan baterai.

“Hal ini membuat posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium mobil listrik dunia dan produsen teknologi di masa depan,”

Seperti diketahui, bahan baku pengembangan baterai lithium seperti nikel dan kobalt terbilang mencukupi di Indonesia.

Baca juga: Langkah dan Biaya Mengurus STNK yang Hilang

 

Pemerintah RI diketahui juga sudah menerima komitmen investasi pada sektor industri pengolahan bahan baku kendaraan listrik.

Misalnya PT QMB New Energy Minerals di Morowali, Sulawesi Tengah, yang telah mengucurkan dana sebesar 700 juta dollar AS.

Kemudian PT Halmahera Persada Lygend yang juga menyuntikkan dana sebesar Rp 14,8 triliun di Halmahera, Maluku Utara.

Tak ketinggalan PT International Chemical Industry yang memproduksi baterai cell lithium ion di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 207,5 miliar.

Supaya industri dalam negeri ikut terlibat, pemerintah juga telah membentuk tim yang terdiri dari BUMN di sektor tambang dan energi agar bisa mengembangkan baterai kendaraan listrik.

Penulis: Dio DananjayaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli