Jokowi Prediksi Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran Tembus 9 Persen pada 2021

iNews.id Dipublikasikan 08.57, 14/08/2020 • Rina Anggraeni
Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan angka kemiskinan dan pengangguran pada 2021 akan meningkat. Perinciannya, tingkat pengangguran akan naik menjadi 7,7-9,1 persen dan tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7 persen.

"Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2021, yakni tingkat pengangguran 7,7-9,1 persen, tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7 persen," kata Jokowi di Gedung DPR, Jumat (14/8/2020).

Dia melanjutkan tingkat ketimpangan (rasio gini) pada rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021 di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95.

"Tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95," katanya

Dia menuturkan, langkah perlindungan sosial dilakukan melalui bantuan pada masyarakat melalui program keluarga harapan, kartu sembako, bantuan sosial (bansos) tunai, dan kartu prakerja. Selain itu, mendorong program reformasi perlindungan sosial yang komprehensif berbasis siklus hidup dan antisipasi aging population, penyempurnaan data terpadu DTKS dan perbaikan mekanisme penyaluran program perlindungan sosial, serta penguatan monitoring dan evaluasi.

"Reformasi sistem perlindungan sosial secara bertahap ini sangat penting dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2024," tuturnya.

Artikel Asli