Jokowi Mengaku Bosan Kerja dengan Menhub dan Menteri PUPR, Kenapa?

kumparan Dipublikasikan 07.09, 14/11/2019 • Angga Sukmawijaya
Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Forum A1, Kamis (14/11). Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercayakan pembangunan infrastruktur sejak periode pertama pemerintahannya kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pada periode kedua, Jokowi kembali memilih dua orang itu. Padahal dia mengaku sudah bosan bekerja bersama Basuki Hadimuljono dan Budi Karya Sumadi.

Sebab, kata Jokowi, sejak periode pertama pemerintahan, kedua orang itu yang kerap menemani Jokowi meninjau proyek pembangunan infrastruktur.

"Bosan. Saya ngomong apa adanya," ucap Jokowi diiringi tawa hadirin dalam Forum A1 di Seribu Rasa Menteng, Jakarta, Kamis (14/11).

Namun karena ingin menyambungkan infrastruktur dengan kawasan industri kecil pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi memilih kembali 2 figur itu.

Menurut dia, Menteri PUPR Basuki dan Menteri Perhubungan Budi Karya sudah terbukti. Presiden Jokowi berharap target tersebut bisa tercapai.

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) saat melihat maket tambak garam yang dikelola PT Timor Livestock Lestari di desa Nunkurus Kabupaten Kupang, NTT. Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

"Infrastruktur itu tidak hanya membangun tol, pelabuhan, Airport. Infrastruktur itu cipta lapangan kerja, kita ingin ada titik-titik ekonomi baru," paparnya.

Selain itu, kata Jokowi, pembangunan infrastruktur dilakukan agar ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan tak hanya di Jakarta dan Pulau Jawa saja, tapi di seluruh Indonesia.

"Seluruh provinsi kita sentuh dengan kehadiran infrastruktur. Dengan itulah pondasi kuat dan indeks daya saing akan terlihat naik," kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memiliki 3 kata yang menggambarkan saat bekerja dengan Jokowi, yakni nikmat karena dipercaya penuh, deg-degan karena ditarget banyak hal, dan terukur.

Artikel Asli