Jokowi: Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar

Jawapos Diupdate 04.22, 14/08/2020 • Dipublikasikan 11.22, 14/08/2020 • Estu Suryowati
Jokowi: Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar

JawaPos.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut, bangsa Indonesia harus bisa mengambil pelajaran dan melihat kesempatan yang muncul dari wabah Covid-19. Menurutnya, menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 75 tahun, saatnya Indonesia melakukan lompatan besar.

“Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara upper middle income country,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/8).

Jokowi menuturkan, 25 tahun mendatang, Indonesia harus mencapai kemajuan yang besar, menjadi negara maju. Salah satunya caranya yaitu melalui revolusi fundamental dalam cara bekerja.

Jokowi menjelaskan, untuk menjadi negara maju, Indonesia harus menguji kesiapsiagaan dam kecepatan. Belajar dari masa pandemi, semuanya harus dilakukan secara cepat, dalam waktu yang sangat singkat.

“Kesiapsiagaan dan kecepatan kita diuji. Kita harus mengevakuasi Warga Negara Indonesia dari wilayah pandemi di Tiongkok. Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat- obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, Indonesia harus bergerak cepat dalam memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, subsidi dan diskon tarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji. “Membantu UMKM untuk memperoleh restrukturisasi kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat, dan membantu pembelian produk-produk mereka. Membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja. Sesuatu yang tidak mudah,” imbuhnya.

Jokowi menambahkan, pemerintah juga dengan cepat melakukan perubahan rumusan program, menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini. Kemudian melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat, menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU No.2 Tahun 2020, serta bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS untuk memulihkan perekonomian.

Artikel Asli