Jokowi: Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis, Paling Pancasilais Sendiri

Merdeka.com Dipublikasikan 03.39, 14/08

                Jokowi Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI. ©2020 Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi menyebut, Indonesia beruntung masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli. Hal ini membuat penanganan krisis semakin mudah dilakukan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tujuan besar untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19 hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh masyarakat. Dia berharap masyarakat dapat saling membantu, mengingatkan dan gotong royong untuk mencapai tujuan itu.

Menurutnya, demokrasi memang menjamin kebebasan masyarakat. Kendati begitu, dia mengingatkan agar masyarakat tetap menghargai hak orang lain.

"Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri," kata Jokowi saat pidato di sidang tahunan MPR, Jumat (14/8).

"Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," sambungnya.

Jokowi menyebut, Indonesia beruntung masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli. Hal ini membuat penanganan krisis semakin mudah dilakukan.

"Sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," tegasnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja cepat dari Pimpinan dan Anggota lembaga- lembaga negara melakukan langkah-langkah extra-ordinary dalam mendukung penanganan krisis akibat pandemi Covid-19.

Jokowi ingin Indonesia dapat membajak momentum krisis untuk menjalankan strategi-strategi besar bangsa.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com

Artikel Asli