Jokowi Akui Sempat Ragu pada Kinerja Pasar Modal Tanah Air

Jawapos Diupdate 09.48, 10/08/2020 • Dipublikasikan 16.48, 10/08/2020 • Estu Suryowati
Jokowi Akui Sempat Ragu pada Kinerja Pasar Modal Tanah Air

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku, terdapat kecemasan dalam benaknya terhadap industri pasar modal tanah air akibat hantaman pandemi Covid-19. Sebab, tak dapat dipungkiri bencana kesehatan tersebut menyerang berbagai sendi kehidupan dunia, termasuk menggerogoti perekonomian secara global.

“Saat menghadapi Covid-19 ini ada kekhawatiran dalam diri saya terhadap industri pasar modal kita,” ujarnya dalam video conference, Senin (10/8).

Namun, kata dia, kecemasan tersebut luntur karena para pemangku kebijakan dinilai sigap dalam menghadapi bencana yang menimbulkan ketidakpastian dalam berinvestasi. “Kekhawatiran saya itu hingga saat ini tidak terjadi karena otoritas pasar modal sigap menyiapkan berbagai kebijakan,” ucapnya.

Seperti ketahui, sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok sangat dalam. Dari sebelumnya berada di level 6.300-an, IHSG terus turun hingga menyentuh level terendahnya di posisi 3.937 pada akhir April 2020.

Namun IHSG telah kembali pulih menyentuh level di atas 5.000 meskipun pergerakannya masih berfluktuasi seiring dengan sentimen yang membayangi ruang geraknya. Optimisme muncul didorong masih banyak perusahaan yang berminat untuk mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia.

“Dibuktikan adanya 35 IPO baru tahun ini dan penambahan produk lainya, dan itu jumlah IPO tertinggi di antara bursa ASEAN sepanjang 2020. Jumlah investor Indonesia juga mencapai 3 juta atau naik 3 kali lipat dalam 3 tahun terakhir. Saya sangat apresiasi pencapaian ini,” imbuhnya.

 

Artikel Asli