Jokowi Akan Cabut Keppres Pemecatan Evi Novida, DKPP Tetap Pada Keputusan Awal

iNews.id Dipublikasikan 06.15, 07/08 • Felldy Utama
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (Foto: Dok. Humas DKPP).
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (Foto: Dok. Humas DKPP).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mencabut Keppres Nomor 34/P Tahun 2020 terkait pemecatan Evi Novida Ginting secara tidak hormat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meskipun Jokowi mencabut Keppres tersebut, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tetap konsisten dengan keputusannya memecat Evi Novida karena dinilai melanggr etik.

Ketua DKPP, Muhammad mengatakan, DKPP bepegang pada amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam UU tersebut menyatakan, sifat putusan DKPP final dan mengikat.

"Dengan Keppres pengaktifan ENG (Evi Novida Ginting) tidak mengubah putusan sebelumnya," ujar Muhammad saat dikonfirmasi iNews.id melalui telepon, Jumat (7/8/2020).

Saat ini, kata dia belum ada mekanisme yang bisa ditempuh untuk mengubah keputusan DKPP terkait pemecatan Evi Novida. "Karena belum diatur mekanisme banding dan/atau koreksi terhadap putusan peradilan etik (DKPP)," ucapnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono mengatakan, Jokowi tidak akan menempuh upaya banding putusan PTUN yang mengabulkan gugatan Evi Novida terkait pemecatan sebagai Komisioner KPU. Dini menyampaikan, Jokowi akan mencabut Keppres Nomor 34/P Tahun 2020 yang berisi pemecatan Evi Novida secara tidak hormat.

"Presiden akan menerbitkan keputusan pencabutan Keppres pemberhentian Evi Novida sebagai anggota KPU sebagai tindak lanjut putusan PTUN," kata Dini di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Artikel Asli