Jimly Kenal Hadi Pranoto: Ngomongnya Gede

Jawapos Diupdate 11.48, 09/08 • Dipublikasikan 18.43, 09/08 • Dimas Ryandi
Jimly Kenal Hadi Pranoto: Ngomongnya Gede

JawaPos.com – Sosok Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat penyembuh Covid-19, ternyata menuai sorotan banyak kalangan. Salah satunya adalah Anggota DPD RI Profesor Jimly Asshiddiqie.

Jimly yang merupakan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ternyata mengenal sosok Hadi Pranoto, pria yang dipanggil profesor dan dokter oleh musisi Anji dalam video kontroversi soal penemuan obat Covid-19.

“Saya kebetulan kenal Hadi Pranoto, ngomongnya gede. Bisa juga nih orang nipu. Tapi selalu banyak kemungkinan,” ucap tokoh asal Palembang, Sumatera Selatan ini tanpa menjelaskan seberapa kenal dia dengan Hadi Pranoto yang sebagaimana dilansir dari Jpnn.

Jimly yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, harus diakui bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini memang ada saja warga yang nakal.

Misalnya, bisa saja temuan orang dia klaim. Selain itu, bisa juga ini baru penelitian tahap awal, belum menjadi prototype namun dianggap sudah siap. Padahal harus melalui pengujian terlebih dahulu. Baik itu uji klinis, uji lab dan itu butuh proses panjang.

“Namun, kita tetap harus membuka ruang kreativitas dan inovasi. Sebaiknya menristek, itu membuat forum siapa saja yang merasa punya temuan, suruh datang lalu presentasi dan diuji,” ucap Prof Jimly.

Namun terkait dengan Hadi Pranoto, Prof Jimly mengaku, dirinya sudah curiga begitu membaca berita seorang Hadi Pranoto menemukan obat herbal untuk Covid-19. Sebelumnya, Hadi juga dikaitkan dengan acara musisi Rhoma Irama di Bogor.

“Ah ini anak banyak sekali kreativitasnya. Terus baca lagi dia menemukan itu. Aduh ini banyak, banyak sekali, gede omongnya. Sekarang ternyata bermasalah,” kata Prof Jimly.

Meski demikian, dia berharap tidak semua persoalan langsung dibawah ke ranah hukum. Termasuk masalah yang melibatkan Anji dan Hadi Pranoto ini.

“Jadi saya rasa begitu sikap saya. Kita harus mendidik warga bangsa kita itu. Jangan buru-buru dihabisi dengan penegakan hukum. Hukum itu terakhir lah,” tandasnya.

Artikel Asli