Jika Tak Lagi Jadi Menteri, Budi Karya Mau Jualan Pempek

kumparan Dipublikasikan 12.20, 19/10/2019 • Dewi Rachmat Kusuma
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memberikan sambutan pada acara Market Sounding Proyek KPBU Pembangunan Bandar Udara Singkawang, Kalimantan Barat, di BKPM, Jakarta selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan kesiapannya jika dipercaya kembali masuk kabinet pemerintahan Jokowi Jilid II. Ia pun bersedia ditempatkan di kementerian mana pun.

“Siap. Enggak ada kepingin-kepingin. Kita kan serdadu, harus selalu siap,” ujar Budi Karya saat berbincang dengan para wartawan di Seribu Rasa Menteng, Jakarta, Sabtu (19/10).

Namun jika tak lagi terpilih menjadi menteri, Budi Karya bilang akan kembali ke dunia swasta, pilih menjual pempek. Menurutnya, makanan ini merupakan khas tanah kelahirannya, Palembang.

Budi Karya dan sang istri, Endang Sri Hariatie, sejak lama memang memiliki sebuah usaha rumah makan pempek. Salah satunya berada di kawasan Sabang, Jakarta Pusat.

“Saya kan orang swasta, bisa jual pempek, bisa membangun properti, bisa jadi konsultan. Banyak pekerjaan yang bisa aku lakukan, bisa ngurusin yayasan karena saya wakil dari sebuah yayasan dari sebuah masjid,” katanya.

Budi Karya melanjutkan, selama menjadi menhub, banyak hal yang ia dapatkan. Namun satu hal yang akan ia rindukan jika tak lagi jadi menteri adalah berburu kuliner.

“Yang paling dirindukan adalah yang makan di pinggir jalan di mana-mana, di kota-kota, karena kita liburan ke Jawa Tengah, ke Jawa Timur, ke Sumatera, makanannya enak-enak gitu kan, dan banyak makanan yang bersahaja, tapi rasanya enak-enak. Jadi kulinernya,” tambahnya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memberikan sambutan pada acara Market Sounding Proyek KPBU Pembangunan Bandar Udara Singkawang, Kalimantan Barat, di BKPM, Jakarta selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Budi Karya mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah Bukit Kecil. Lalu, melanjutkan ke SMPN 1 Talang Semut Lama dan SMA Xaverius I. Setelah itu, ia pun hijrah ke tanah Jawa tepatnya Yogyakarta untuk kuliah Arsitektur di Universitas Gadjah Mada.

Mengawali karier sebagai arsitek perencanaan di Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya, prestasi Budi Karya terbilang gemilang. Bahkan, ketika ia sukses menyabet kursi Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Jakarta Propertindo yang merupakan bagian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Budi Karya banyak terlibat di berbagai proyek ibu kota.

Salah satu proyek yang pernah dibangun oleh PT Jakarta Propertindo di bawah kepemimpinan Budi Karya yaitu revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, penyelesaian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda, serta Electronic Road Pricing (ERP).

Atas kesuksesannya, Budi Karya juga dipercaya untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Angkasa Pura II yang mengelola 13 bandara di Indonesia termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Artikel Asli