Jerinx SID Ditahan, Melanie Subono Sindir Pendukung Tagar Bebaskan Jerinx

Tempo.co Dipublikasikan 02.49, 14/08 • Nunuy Nurhayati
Melanie Subono menunjukkan tato baru sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang menolak sejumlah rancangan undang-undang bermasalah. Instagram
Melanie Subono menunjukkan tato baru sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang menolak sejumlah rancangan undang-undang bermasalah. Instagram

TEMPO.CO, Jakarta -Musikus dan aktivis Melanie Subono buka suara terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang menjerat Jerinx SID. Melanie mengakui kalau ia berteman dengan Jerinx. Namun untuk masalah yang saat ini sedang terjadi, ia tidak setuju dengan cara yang dipilih Jerinx.

"Banyak yang nanya kok gue ga ikutan Bersama JRX? Oh cuma karena gw ga post, dianggap ga ikutan? Dia temen gue, tapi kali ini gue ga sepakat dengan CARA ngomongnya (cara, bukan Isi nya)," tulis Melanie di Instagramnya pada Kamis, 13 Agustus 2020.

Melanie menyindir Jerinx yang kerap menggunakan kata-kata kasar di media sosialnya untuk berpendapat. Di mata Melanie, jika seseorang membalas komentar dengan kasar dan menantang artinya mereka juga membungkam orang lain. "Jadi jangan keberatan dibungkam," tulisnya.

Namun, Melanie menyoroti pasal Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menjerat Jerinx, karena belum memiliki tolak ukur yang jelas. "Anyway karena gue keberatan dengan pasal pasal karet, maka hashtag yang bener buat gue itu : GUE BERSAMA KEBEBASAN BERPENDAPAT YANG BAIK , dan gue sering kok protes dan bela orang terbungkam, walaupun mereka gak terkenal," tulisnya.

Nora Alexander ikut mengantar suaminya, Jerinx SID seusai dinaikkan statusnya sebagai tersangka kasus ujaran kebencian di Mapolda Bali, Rabu, 12 Agustus 2020. Musikus ini terancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar dan dijerat dengan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU ITE. Foto: I Wayan “Gendo” Suardana

Melanie menyindir berbagai pihak yang sebenarnya tidak mengerti akar permasalahannya namun ikut membela karena hubungan pertemanan."Pertama, banyak dari yang solider itu adalah orang sama yang KOMPLEN dan Gak mau ikutan kalau kita protes, bikin petisi, atau turun kejalan soal HAK dan bersuara padahal yang maksudnya untuk mencegah hal hal gini kejadian," tulisnya.

Menurut Melanie Subono, Jerinx beruntung karena terkenal, memiliki banyak teman dan pengikut di media sosial. "BANYAK loh seniman lain + Orang kecil GAK terkenal yang ditangkap dengan cara lebih kasar dari nangkep Jrx , karna hal lebih konyol … kira kira pada mau bersuara ga ya?" tulisnya.

Melanie menduga kalau kemunculan #bebaskanjrxsid yang viral di Twitter dan petisi merupakan ulah buzzer. Ia pun menilai petisi pembebasan Jerinx hanya sebagai solidaritas antar teman. Karena jika seseorang yang kurang terkenal tertimpa masalah sama seperti Jerinx belum tentu akan dibela seperti itu. "Akankah kalian berani buka mulut dan mengakui kalau teman kalian atau pujaan kalian sendiri melakukan hal salah?" tulisnya.

Jerinx SID atau I Gede Ari Astina, suami Nora Alexandra ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dan ujaran kebencia. Instagram/@jrinx

Di akhir unggahannya, Melanie mengingatkan kepada pendukung Jerinx yang tidak berani menunjuk kesalahan teman sendiri untuk tidak lagi membahas mengenai hak. Walau demikian, Melanie tetap memberikan semangat kepada Jerinx untuk tegar melalui hari-hari di dalam tahanan.

Jerinx, drummer Superman Is Dead ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan setelah menyatakan IDI kacung WHO. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang tidak terima dengan pernyataan Jerinx melaporkannya ke polisi. Suami Nora Alexandra itu dikenakan pasal 27, 28, dan 45 UU ITE karena melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Ia ditahan lantaran ancaman hukumannya enam tahun penjara.

MARVELA

Artikel Asli