Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Publik Figur

Kompas.com Dipublikasikan 10.23, 13/08 • Ihsanuddin
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara soal penahanan musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx.

Penggebuk drum di grup band Superman Is Dead yang mempercayai Covid-19 sebagai konspirasi itu ditahan setelah menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung WHO.

Wiku berharap, dalam menghadapi Covid-19 ini, seluruh masyarakat bisa bersatu. Khususnya para publik figur yang memiliki banyak pengikut di media sosial, diimbau untuk selalu menyampaikan informasi yang valid.

"Untuk anggota masyarakat yang memiliki pengikut dan penggemar mohon betul-betul dapat menyampaikan berita yang baik dan berita-berita yang bersumber dari sumber yang valid, dari para ahlinya dan sumber yang terpercaya," kata Wiku dalam keterangan pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

"Sehingga dapat memberi pemahaman ke masyarakat, pengikutnya atau penggemarnya, sehingga dapat sama-sama memahami dan menghadapi pandemi dengan baik," sambung dia.

Wiku mengatakan, para publik figur yang memiliki banyak penggemar sebenarnya bisa berkontribusi positif dalam membantu penanganan Covid-19.

Sebab, melalui mereka, sosialisasi soal Covid-19 bisa tersampaikan secara lebih masif.

Oleh karena itu, ia pun berharap kedepannya tidak ada lagi publik figur yang menyampaikan misinformasi terkait Covid-19.

"Mengenai penegakan hukum dan seterusnya, kembali lagi kita perlu gotong royong dan perlu mencapai tujuan bersama yang kita harapkan. Kita perlu ketenangan sehingga masyarakat betul-betul waspada dan maju ke depan dalam rangka menghadapi Covid-19 ini," ucap dia.

Kepolisian diketahui telah menahan Jerinx di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Polda Bali, Rabu (12/8/2020).

Penahanan Jerinx tersebut menyusul penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Nama Jerinx selama wabah nyaring terdengar di telinga publik dengan kontroversi teori konspirasinya.

Akhirnya, Jerinx pun tersandung dengan unggahan di Instagram-nya yang menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai suruhan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Drummer itu menulis: "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19".

Merasa organisasinya terhina, Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja melaporkan Jerinx ke Polda Bali atas dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik pada 16 Juni 2020.

Penulis: IhsanuddinEditor: Fabian Januarius Kuwado

Artikel Asli