Jepang Larang Wanita Pakai Kacamata Saat Bekerja

Liputan6.com Diupdate 00.00, 12/11/2019 • Dipublikasikan 00.00, 12/11/2019 • Benedikta Desideria
Begini caranya mengurangi perfeksionis agar tak membebani diri sendiri
ilustrasi perempuan pakai kacamata/Photo by Åaker on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta Beberapa perusahaan di Jepang menginstruksikan larangan penggunaan kacamata pada pekerja wanita. Instruksi yang hanya berlaku bagi wanita ini pun membuat banyak pekerja wanita merasakan adanya ketidakadilan.

Larangan menggunakan kacamata saat bekerja ini hadir dari berbagai sektor industri. Mulai dari klinik kecantikan hingga restoran.

Larangan penggunaan kacamata dialami seorang perawat di sebuah klinik kecantikan. Aturan tersebut membuatnya terpaksa menggunakan lensa kontak sampai-sampai membuat matanya kering. Lalu, di sebuah maskapai penerbangan domestik juga memberlakukan aturan ini dengan alasan keamanan kepada *Business Insider Japan. *

Beberapa restoran menerapkan aturan larangan penggunaan kacamata pada pekerja perempuan. Alasannya, kacamata tidak cocok bila dipakai saat menggunakan kimono.

Larangan penggunaan kacamata pada pekerja wanita ini disampaikan perusahaan dengan berbagai alasan. Misalnya, penggunaan kacamata bisa membuat wanita terkesan dingin atau menutupi riasan wajah si pekerja seperti dikutip dari Washington Post, Senin (11/11/2019).

 

Protes di Twitter

Ilustrasi bendera Jepang (AFP/Toru Yamanaka)

Larangan pengggunaan kacamata yang hanya berlaku bagi pekerja wanita ini pun mendapat kecaman dari banyak wanita lainnya. Lewat media sosial, banyak orang mengungkapkan kekesalan terhadap aturan yang berlaku hanya untuk wanita ini.

Tagar #glassesareforbidden pun tren di Jepang sejak Rabu pekan lalu sesudah Nippon TV menyiarkan kisah sebuah perusaah yang menyarankan penggunaan lensa kontak daripada kacamata.

"Aturan ini sudah kedaluwarsa," kata salah satu pengguna di Twitter.

Kabar larangan penggunaan kacamata ini juga mendapat tanggapan dari Direktur Hak Asasi Manusia Jepang, Kanae Doi.

"Jika aturan ini hanya berlaku untuk perempuan, ini adalah sebuah bentuk diskriminasi," kata Doi kepada Thomson Reuters Foundation mengutip laman The Guardian.

Saksikan juga video menarik berikut:

Artikel Asli