Jenis-jenis Imunisasi untuk Anak Ini Penting Dilengkapi Hingga Ia Remaja

SehatQ Dipublikasikan 00.36, 09/08/2020 • Annisa Trimirasti
Jenis-jenis Imunisasi untuk Anak Ini Penting Dilengkapi Hingga Ia Remaja
Hampir semua imunisasi diberikan melalui suntikan

Imunisasi bertujuan untuk melindungi seseorang dari penyakit tertentu. Kegiatan ini penting terutama untuk anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih dalam proses pembentukan. Oleh karena itu, ketahui jenis-jenis imunisasi untuk anak.

Imunisasi, terutama pada anak, perlu diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan agar efektif. Beberapa imunisasi cukup diberikan sekali sedang beberapa yang lain perlu diulang beberapa kali agar dapat memberikan perlindungan terhadap suatu penyakit tertentu.

Jenis-jenis imunisasi yang harus didapatkan oleh anak

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), berikut adalah daftar jenis-jenis imunisasi yang perlu diberikan pada anak sesuai dengan kelompok usianya:

Usia di bawah 1 tahun

Pada kelompok usia ini, imunisasi dasar wajib dipenuhi untuk memberikan anak kekebalan terhadap penyakit yang berbahaya pada awal masa kehidupannya. 

Hepatitis B

Imunikasi ini perlu diberikan 3-4 kali. Pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir, lalu 4 minggu setelahnya. Imunisasi k-3 sebaiknya dilakukan minimal 2 bulan dari imunisasi kedua. Imunisasi ke-3 sebaiknya dilakukan saat bayi sudah berusia 5 bulan.

Area bekas suntik dapat terasa sakit dan membengkak namun biasanya hilang setelah 2 hari. Untuk meringankan nyeri, ibu disarankan memberi lebih banyak ASI dan mengompres area bekas suntik dengan kompres dingin.

BCG

Imunisasi BCG diperuntukkan untuk penyakit tuberkulosis. Imunisasi ini hanya perlu dilakukan 1 kali dan terbaik saat bayi berusia 2-3 bulan. Alasannya karena bayi di bawah 2 bulan belum memiliki sistem imun yang matang.

Sekitar 2-6 minggu setelah imunisasi BCG, mungkin akan timbul bisul kecil di area bekas suntikan namun perlahan akan sembuh. Bila bisul mengeluarkan cairan, harap dikompres dengan cairan antiseptik. Bila tidak juga sembuh, segera bawa bayi ke dokter.

DPT- HiB

DPT adalah difteri pertusis tetanus dan HiB adalah Haemophilus influenzae. Vaksin penyakit ini bisa digabung menjadi satu dan diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Area bekas suntik mungkin nyeri dan bengkak sementara. Ibu disarankan untuk menyusui lebih banyak dan mengompres dingin area tesebut.

Polio

Vaksin polio oral (OPV) diberikan saat lahir, usia 2, 3, 4 bulan. Sebaiknya beri jeda sekitar 4 minggu setiap jadwal imunisasi. Vaksin ini umumnya tidak menyebabkan reaksi apapun.

Campak

Imunisasi campak pertama diberikan pada usia 9 bulan. Imunisasi ini bisa menyebabkan demam ringan dan kemerahan selama 3 hari pada hari 8-12 setelah imunisasi. Ibu disarankan memperbanyak pemberian ASI atau MPASI dan mengompres dingin area bekas suntik.

Pneumokokus dan Rotavirus

Kedua vaksin ini diberikan terpisah namun dalam periode waktu yang sama, yaitu sebanyak 3 kali saat bayi usia 2, 4, dan 6 bulan.

Usia 1-4 tahun

Pada rentang ini, terdapat beberapa jenis imunisasi yang masih merupakan kelanjutan dari rentang usia sebelumnya yaitu:

  • DPT, kembali dilakukan pada usia 18 bulan sebagai imunisasi booster (penguat). Hal ini karena imunisasi dasar pada rentang usia 0-1 tahun mungkin melemah sehingga perlu dikuatkan kembali.
  • Polio, kembali dilakukan pada usia 18 bulan sebagai imunisasi booster.
  • HiB, kembali dilakukan pada rentang usia 15-18 bulan sebagai imunisasi booster.
  • Pneumokokus, kembali dilakukan pada rentang usia 12-15 bulan sebagai imunisasi booster.

Selain itu, ada juga beberapa jenis imunisasi baru, seperti berikut

  • MMR, diberikan pada usia 15-18 bulan dengan minimal interval 6 bulan sejak imunisasi campak. MMR diberikan minimal 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lain.
  • Tifoid dan Hepatitis A, diberikan pada usia lebih dari 2 tahun. Hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6-12 bulan dan tifoid bisa diberikan berulang setiap 3 tahun. Keduanya bisa diberikan sampai usia 18 tahun.
  • Varisela, vaksin cacar diberikan 1 kali setelah anak berusia di atas 1 tahun sampai 18 tahun.
  • Influenza, bisa diberikan setiap tahun sejak anak berusia 6 bulan sampai 18 tahun.

Usia 5-12 tahun

Pada rentang usia ini, tidak ada jenis imunisasi baru, hanya imunisasi ulangan, memenuhi  bila belum dilakukan, atau booster saja. Berikut jenis imunisasi yang dapat dilakukan pada rentang usia ini:

  • DPT, bisa dilakukan pada usia 5 tahun dan 12 tahun sebagai imunisasi booster
  • Campak, bisa dilakukan antara usia 6-7 tahun sebagai booster
  • MMR, bisa dilakukan pada usia 5 tahun sebagai booster

Usia 12-18 tahun

Rentang usia ini sama dengan rentang usia 5-12 tahun, hanya imunisasi ulangan, memenuhi  bila belum dilakukan, atau booster saja. Pada rentang usia ini, bisa dilakukan imunisasi DPT booster serta ulangan tifoid, hepatitis A, dan varisela.

Pada usia ini, imunisasi pilihan, seperti HPV juga sudah bisa diberikan. Imunisasi HPV untuk diberikan sebanyak 2-3 kali dengan interval pemberian antar imunisasi adalah 6-12 bulan.

artikel terkait

Catatan dari SehatQ

Jenis-jenis imunisasi dapat dibagi menjadi imunisasi wajib atau pilihan. Tipe wajib meliputi BCG, DPT, HiB, hepatitis B, polio dan campak. Sementara imunisasi tambahan berupa MMR, varisela, tifoid, hepatitis A, influenza, pneumokokus, rotavirus, dan HPV.

Anak-anak dianjurkan untuk memenuhi kedua jenis imunisasi tersebut supaya dapat memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit yang bersangkutan.

Artikel Asli