Jenis Masker yang tak Efektif Berikan Perlindungan Covid-19

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 17.10, 10/08 • Nora Azizah
Tidak semua masker memiliki efektivitas yang sama memberikan perlindungan Covid-19 (Foto: ilustrasi masker)
Tidak semua masker memiliki efektivitas yang sama memberikan perlindungan Covid-19 (Foto: ilustrasi masker)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak semua masker memiliki efektivitas yang sama dalam memberikan perlindungan di tengah pandemi Covid-19. Sebuah tes sederhana mampu menunjukkan jenis makser mana yang terbaik.

Tes sederhana ini dilakukan oleh tim peneliti dari Duke University terhadap berbagai variasi masker. Tes ini dilakuakn untuk melihat jenis masker apa saja yang dapat menghentikan droplet dari mulut penggunanya.

"Kami mengonfirmasi bahwa ketika orang-orang bicara, droplet berukuran kecil akan keluar, sehingga penyakit (Covid-19) bisa disebarkan melalui berbicara, tanpa batuk atau bersin," ungkap salah satu peneliti sekaligus ahli kimia dan fisika Martin Fischer, seperti dilansir WebMD, Senin (10/8).

Dalam tes ini, tim peneliti hanya menggunakan beberapa alat sederhana seperti sebuah kotak, sebuah laser, sebuah lensa, dan sebuah kamera ponsel.

Hasil tes sederhana ini menunjukkan bahwa masker N95 tanpa katup memiliki kinerja terbaik untuk menghentikan droplet. Di posisi terbaik selanjutnya adalah masker bedah atau masker polipropilena. Masker kain berbahan katun juga dapat menghentikan banyak droplet yang keluar saat penggunanya berbicara.

Akan tetapi, ada dua jenis masker yang dinilai kurang efektif dalam menghentikan droplet. Kedua jenis masker tersebut adalah masker yang dibuat dari kain bandana dan neck fleece atau buff masker.

Fischer mengatakan tes yang mereka lakukan merupakan sebuah bentuk demonstrasi. Dibutuhkan investigasi yang lebih beragam pada masker, pengguna, dan juga cara pakai masker pada orang-orang untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik.

Associate professor di bidang ilmu kedokteran dari Duke University, Dr Eric Westman, mengingatkan pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19. Penggunaan masker yang benar merupakan cara yang sudah terbukti dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dari Covid-19 di saat obat dan vaksin belum ditemukan.

"Bila semua orang menggunakan masker, kita dapat menghentikan hingga 99 persen droplet-droplet ini sebelum mereka (droplet) menjangkau orang lain," pungkas Dr Westman.

Menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masker medis direkomendasikan untuk petugas kesehatan, orang yang sakit dan menunjukkan gejala Covid-19 atau suspek, orang yang merawat pasien Covid-19, orang berusia 60 tahun ke atas atau orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru, atau kanker.

Masyarakat umum yang sehat lebih direkomendasikan untuk menggunakan masker kain tiga lapis. Selain penggunaan masker kain, WHO juga merekomendasikan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan lain seperti jaga jarak dan menjaga kebersihan tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.

Artikel Asli