Jenazah Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Mengambang di Sungai

Kompas.com Dipublikasikan 07.47, 09/12/2019 • Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho
Dokumen Polres Grobogan
Jasad Elisa saat di RSUD dr Soedjati Purwodadi, Grobogan, Jateng, Senin (9/12/2019) pagi

GROBOGAN, KOMPAS.com - Jenazah perempuan tanpa busana ditemukan mengambang di Sungai Serang, Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (8/12/2019) siang.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, diketahui identitas korban yakni Elisa Rahmawati (29), warga Kecamatan Jepon, Blora, Jateng.

Kapolsek Penawangan AKP Saptono Widyo mengatakan, identitas jasad terungkap melalui pemeriksaan sidik jari yang dilakukan Tim Inafis Polres Grobogan.

Pihak keluarga korban yang didadatangkan ke RSUD dr Soedjati Purwodadi juga membenarkan bahwa mayat tersebut adalah anggota keluarganya.

"Korban telah dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Saptono saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Guru SMP di Malang Cabuli 18 Siswa, Begini Respons Menteri PPPA

Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang tengah memancing di sungai.

Saat itu, warga terkejut lantaran melihat mayat mengambang tersangkut ranting bambu di tengah sungai.

"Setelah dicek ternyata mayat dan kemudian dilaporkan ke kepolisian. Saat itu belum diketahui identitasnya," kata Saptono.

Kepala Bagian Operasional Polres Grobogan Kompol Sutomo mengatakan, dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat depresi berat hingga akhirnya dibawa ke Pondok Pesantren Ki Ageng Serang milik Gus Jibril.

Ponpes ini dikenal sebagai rujukan untuk mengobati pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.

Adapun, korban adalah ibu rumah tangga  yang pernah tinggal bersama suaminya di Kecamatan Bahar Utara Kota, Kabupaten Muaro, Jambi.

Namun, korban kemudian dipulangkan ke Blora karena mengalami depresi berat.

"Korban sudah berobat di Ponpes Ki Ageng Serang selama tiga bulan dan menghilang dua hari hingga ditemukan meninggal dunia. Tak ditemukan unsur penganiayaan," kata Sutomo.

Penulis: Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto NugrohoEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli