Jenazah Mahasiswi S2 Hukum Ditemukan Tergantung di Rumah Kekasih, 23 Saksi Diperiksa

Kompas.com Dipublikasikan 03.15, 12/08 • David Oliver Purba
THINSTOCK
-

MATARAM, KOMPAS.com - Polisi telah memeriksa 23 saksi termasuk kekasih LNS, berinisial R, yang merupakan pemilik rumah di mana jenazah LNS ditemukan tergantung.

LNS merupakan mahasiswi S2 hukum dari salah satu perguruan tinggi di Mataram yang jenazahnya ditemukan tergantung di rumah R, di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB, Sabtu (25/7/2020).

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap 23 orang saksi termasuk R, kekasih korban sebagai pemilik rumah, dan TN (22) yang pertama kali menemukan korban, juga keluarga korban sudah dilakukan pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Kota Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Mahasiswi S2 Hukum Tewas Tergantung di Rumah Kekasih, Keluarga Menduga Korban Dibunuh

Astawa mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan. Pihaknya akan melakukan rekonstruksi di kediaman R.

Pihaknya belum bisa menjelaskan apakah kasus tersebut bunuh diri atau merupakan kasus pembunuhan.

Baca juga: Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Terkait informasi sudah ditetapkannya tersangka dalam kasus kematian LNS, Astawa enggan menjawab.

Dia meminta semua pihak bersabar menunggu penyidikan selesai. Ini dilakukan agar tidak ada upaya menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi S2 hukum dari salah satu perguruan tinggi di Mataram berinisial LNS ditemukan tewas tergantung di rumah kekasihnya, R, di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB, Sabtu (25/7/2020).

 

Tim kuasa hukum keluarga LNS dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Mataram (BKBH Unram) Yan Magandar mengatakan, keluarga menduga bahwa mahasiswi tersebut dibunuh.

Kematian LNS dibuat seolah-olah mahasiswi tersebut bunuh diri.

"Kuat dugaan apa yang dialami LNS adalah pembunuhan, Kuat dugaan LNS digantung setelah tewas sehingga terkesan LNS gantung diri atau bunuh diri karena depresi," kata Yan.

Yan mengatakan, keluarga bersyukur kasus ini naik ke tingkat penyidikan sehingga dugaan keluarga bahwa korban tewas dibunuh makin kuat.

"Kami belum terlalu berani berasumsi apakah ini pembunuhan biasa atau berencana karena hingga saat ini penyidik belum memberikan keterangan jelas ke keluarga korban terkait peristiwa yang ditemukan dari alat-alat bukti yang sudah dikumpulkan seperti rekaman CCTV dan hasil otopsi," kata Yan. (Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati)

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli