Jelang akhir tahun, Pertamina pastikan stok BBM dan LPG di Kalimantan aman

Kontan.co.id Dipublikasikan 07.55, 17/11/2019 • Filemon Agung

KONTAN.CO.ID - BALIKPAPAN. Jelang akhir tahun, Pertamina memastikan BBM di Kalimantan khususnya produk BBM subsidi yaitu Solar dan Premium serta LPG 3 kg dalam keadaan aman dan cukup.

GM Pertamina MOR VI Boy Frans Justus Lapian dalam siaran pers bilang kuota BBM dan LPG Subsidi tahun 2019 yang ditetapkan Pemerintah untuk wilayah Kalimantan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

*Baca Juga: Kembali dapat utang US$ 1 miliar, begini serapan capex PLN hingga kuartal III 2019 *

"Masyarakat tidak perlu khawatir, BBM dan LPG subsidi di Kalimantan dalam kondisi aman.Sisa kuota akan kami salurkan sebaik-baiknya agar tepat sasaran dan cukup hingga akhir tahun," jelas Boy dikutip, Minggu (17/11).

Langkah pengawasan dilakukan Pertamina untuk memastikan BBM dan LPG subsidi terdistribusi sesuai ketentuan. Adapun, pengawasan dilakukan terhadap lembaga penyalur seperti mewajibkan SPBU memasang CCTV, sidak berkala dan monitor penjualan BBM di SPBU.

Sementara itu, Pertamina juga melakukan monitoring rutin, sidak dan pemantauan penjualan agen dan pangkalan LPG 3 kg yang sudah terintegrasi ke dalam sistem. Selain itu, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan aparat jika ada penyimpangan BBM dan LPG Subsidi di lembaga penyalur.

"BBM dan LPG subsidi merupakan produk yang rawan diselewengkan sehingga pengawasan di lembaga penyalur senantiasa kami perketat untuk mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi antara lain pengetap dan tanki modifikasi di SPBU maupun penyimpangan di LPG 3 kg di agen dan pangkalan," kata Boy.

*Baca Juga: Istana komentari Ahok yang dikabarkan akan dapat jabatan di BUMN *

Bahkan Boy menegaskan, pihaknya siap memberikan sanksi kepada lembaga penyalur yang terbukti bersalah.

Pertamina menyadari bahwa pengawasan BBM dan LPG Subsidi tidak bisa dilakukan sendiri, untuk itu Pertamina menyediakan akses call center di nomor 135 yang memungkinkan masyarakat dapat menginformasikan segala hal terkait pelayanan maupun indikasi penyimpangan di lembaga penyalur.

" Masyarakat kami himbau dapat ikut serta mengawasi BBM dan LPG subsidi. Jika ada indikasi kecurangan di SPBU maupun Agen dan Pangkalan LPG, jangan segan menginformasikan ke call center Pertamina di nomor 135. Untuk hal-hal yang masih di dalam kewenangan Pertamina terkait pelayanan dan penertiban administrasi akan segera kami tindaklanjuti. Namun jika ada hal hal yang menjadi ranah hukum tentu akan kami koordinasikan ke aparat," jelas Boy

Pada kesempatan yang sama, Manager Region Communication, Relation and CSR Pertamina Kalimantan menyampaikan bawa Solar Subsidi Kalimantan ditetapkan Pemerintah sebesar 906.925 kiloliter dan konsumsi sampai dengan bulan Oktober terealisasi 752.522 kiloliter. 

*Baca Juga: Bertemu dengan Menteri Erick, Ahok ke Pertamina, PLN, atau PTPN III? *

Sedangkan untuk Premium, kuota Kalimantan dipatok Pemerintah sebesar 1.134.213 kiloliter, realisasi hingga Oktober mencapai 987.444 kiloliter. Untuk produk LPG 3 kg kuota tahun 2019 sebesar 374.824 Metrik Ton dengan realisasi sampai dengan Oktober mencapai 307.392 Metrik ton.

Selain memastikan BBM dan LPG Subsidi cukup, Pertamina juga memastikan BBM non subsidi selalu tersedia di SPBU, baik untuk BBM Non Subsidi jenis gasoline (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) maupun BBM non subsidi jenis gasoil ( Dexlite dan Pertamina Dex) serta LPG Non subsidi baik kemasan 5,5 kg maupun 12 kg.

"Stok BBM dan LPG non subsidi juga dalam kondisi aman dan karena bukan barang subsidi maka berapapun kebutuhan masyarakat dapat kami penuhi," pungkas Heppy

Artikel Asli