Jatuh Bangun Gibran Bangun Bisnis Kuliner, Sempat Pinjam Uang ke Bank

Kompas.com Dipublikasikan 14.20, 21/10/2019 • Silvita Agmasari
Dok. Chili Pari Catering
Gibran Rakabuming Raka pengusahan kuliner dari Kota Solo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jasa boga Chili Pari Catering tak lagi asing bagi masyarakat Kota Solo, Jawa Tengah.

Bisnis kuliner ini dibentuk Gibran Rakabuming Raka sejak 2010. Chili Pari Catering juga berhasil menjadi pasak Gibran untuk membangun bisnis kuliner.

Baca juga: Diberi Semua Bisnis Kuliner Gibran Rakabuming, Ini Reaksi Kaesang

Putra pertama Presiden Jokowi itu memulai usaha Chili Pari Catering saat masih berusia 23 tahun. Ia pun mengalami jatuh bangun merintis bisnis kuliner.

"Saya melihat kesempatan pasarnya ada. Pernikahan orang kan pasti, event pernikahan ada terus. Apalagi saya punya gedung pernikahan sendiri. Jadi satu paket. Pasarnya jelas, pembelinya jelas ada," kata Gibran saat diwawancara Kompas.com, Rabu (29/8/2017).

Dari situs resmi katering Chili Pari, dijelaskan jika ia awalnya tidak dapat langsung membangun usaha karena keterbatasan modal.

Gibran disebut tidak ingin memanfaatkan kekuatan modal orangtua yang berprofesi sebagai pengusaha mebel. Jokowi pada masa itu menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Baca juga: Diberi Semua Bisnis Kuliner Gibran Rakabuming, Ini Reaksi Kaesang

Gibran mengatakan bahwa Jokowi sebenarnya tidak 100 persen setuju akan keinginannya merintis bisnis kuliner. Jokowi ingin Gibran meneruskan usaha mebel miliknya.

Alhasil, Gibran menyusun proposal untuk mengajukan pinjaman ke bank. Karena tidak punya pengalaman berbisnis dan usia yang masih muda, proposal Gibran nyaris ditolak semua bank.

Hanya ada satu bank yang menyanggupi pinjaman Gibran. Itu pun tidak dalam nominal utuh yang diinginkan.

Uniknya saat pertama kali membangun usaha katering, Gibran tak 'mengisi' dapur. Ia justru mendekorasi penampilan kantor katering mirip restoran mini.

 

“Pertama kali yang penting kantor depan dulu harus bagus. Di belakang dulu belum ada apa-apa, cuma ada satu kompor,” dikutip dari situs Chili Pari.

Baca juga: Cerita Gibran Rakabuming Populerkan Minuman Tradisional Lewat Produk Goola

Kantor tersebut juga digunakan sebagai tempat mencoba makanan sebelum konsumen memesan katering.

Sebagai katering baru, Chili Pari menghadapi tantangan karena sudah ada banyak katering dan restoran ternama di Solo.

Gibran bercerita bahwa awalnya Chili Pari sering ditolak konsumen karena belum dikenal. Bahkan sampai pernah dibatalkan pesanan oleh konsumen karena tidak percaya.

Gibran memutar akal. Akhirnya ia sowan ke rumah konsumen yang membatalkan. Ia membawa katalog, makanan untuk dicoba, dan penawaran lain untuk meyakinkan konsumen agar percaya dengan kateringnya.

Bisnis katering yang dirintis Gibran terus berkembang hingga saat ini. Chili dalam bahasa Indonesia adalah lombok yang memiliki makna sebagai lambang semangat dan keberanian.

Baca juga: Bubur Lemu seperti Buatan Gibran Bisa untuk Memulihkan Tenaga

Pari adalah Bahasa Jawa yang artinya padi, lambang kemakmuran, dan kesejahteraan.

Chili Pari kini tidak terbatas pada katering saja, tetapi juga wedding organizer hingga pengadaan suvenir, undangan, dan foto pre-wedding.

Dari Chili Pari Catering, Gibran membuka bisnis lain seperti Pasta Buntel yani pasta bakar, Markobar untuk martabak, Goola untuk minuman tradisional modern, Ternakopi untuk kopi, dan Mangkok Ku yakni makanan nasi dengan berbagai topping khas Indonesia.

Penulis: Silvita AgmasariEditor: Ni Luh Made Pertiwi F.

Artikel Asli