Jarang Buat Gol Cepat, "Bukti" Kegeniusan Lionel Messi

Kompas.com Dipublikasikan 15.30, 17/10/2019 • Mochamad Sadheli
AFP/LLUIS GENE
Lionel Messi berupaya melewati beberapa pemain Inter Milan saat pertandingan matchday kedua grup F Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (2/10/2019) atau Kamis dini hari WIB.

KOMPAS.com - Megabintang Lionel Messi memiliki ciri khas tersendiri dalam bermain sepak bola.

Messi jarang sekali membuat gol cepat untuk Barcelona maupun Argentina.

Satu-satu golnya paling cepat, dia membutuhkan waktu 128 detik pada tahun 2018 saat menumbangkan Chelsea 3-0 dalam Liga Champions.

Messi lebih banyak membaca kelemahan pertahanan lawan di lima hingga 10 menit awal.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh dua pelatihnya, Ernesto Valverde dan Pep Guardiola.

Baca juga: Messi Sebut La Liga Lebih Penting daripada Liga Champions

Menurut Ernesto Valverde, Lionel Messi menghabiskan menit-menit pertama di setiap pertandingan dengan mengabaikan bola dan hanya berjalan-jalan di sekitar pertahanan lawan untuk pengintaian.

Selain itu, masih kata Valverde, Messi ingin memperbaiki posisi masing-masing pemain di kepalanya.

"Lalu, saat permainan berlanjut, dia masuk sedikit demi sedikit," kata Valverde dikutip Givemesport.

"Namun, dia tahu persis di mana kelemahan lawannya," kata dia.

Baginya, Messi menggabungkan bakat pribadi dengan keahlian pengamatannya untuk permainan.

Baca juga: Messi Dikabarkan Tak Setuju Rencana Barcelona Datangkan Rashford

Senada dengan Valverde, Pep Guardiola lebih menyebut Lionel Messi adalah pemain yang genius.

Seperti diketahui, Pep dan Messi pernah bekerja sama pada 2008 hingga 2012. Tentu saat itu Pep sebagai pelatih.

Pep mengatakan kegeniusan Messi dalam film dokumenter This Is Football yang tayang di Amazon Prime.

"Dia (Lionel Messi) selalu seperti ini," kata Guardiola sembari menirukan Messi yang menoleh ke kanan maupun kiri untuk mengamati.

Baca juga: Messi Raih Penghargaan Sepatu Emas Eropa untuk Ke-6 Kalinya

"Bukan berarti dia tidak berada di dalam pertandingan itu. Dia ada di dalamnya. Menggerakkan kepala. Kanan, kiri, kiri, kanan," katanya.

"Dia merasakan siapa titik terlemah di antara empat pemain belakang," katanya.

"Setelah 5-10 menit, dia sudah bisa memetakan. Dia tahu jika bergerak ke sini, ke sini, maka saya akan punya ruang lebih besar untuk menyerang," kata Guardiola.

Penulis: Mochamad Sadheli Editor: Eris Eka Jaya

Artikel Asli