Januar Akbar: Anggota TNI Berpangkat Kapten, Provokasi Demo Mahasiswa

kumparan Dipublikasikan 13.04, 18/10/2019 • Rini Friastuti
Para tersangka kasus bom Molotov di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/10/2019) Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Polisi mengamankan 21 tersangka terkait kepemilikan bom molotov dan bom rakitan (disebut sebagai bom ikan) dalam demonstrasi selama periode September ini. Di antara 21 tersangka itu ada nama Januar Akbar.

Dari rilis yang dibagikan Bidhumas Polda Metro Jaya, diketahui Januar berperan menyiapkan demonstran dari berbagai elemen. Ia juga menjadi provokator dalam demo mahasiswa agar terjadi kerusuhan.

Januar ditangkap pada 9 Oktober 2019 di daerah Condet, Jakarta Timur. Ia ditangkap berserta barang bukti berupa ponsel dan KTA prajurit TNI atas namanya dengan pangkat Kapten Cba, Nrp. 11040207060178, Jabatan Gumil Gol VII, Kesatuan Mabes TNI.

Puslabfor Mabes Polri Yandri (kanan) Kanit 3 Jatanras AKP Abdul Rohim (kedua dari kanan) Kasubdit Kamneg AKBP Dwi Asih (kiri) Kabid Humas Polda Metro Argo Yuwono (kedua dari kiri) saat konfrensi pers terkait kasus bom Molotov. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Januar tidak sendiri dalam mengumpulkan massa. Ada dua tersangka lainnya yaitu M Damar dan Muhidin Jalih alias Jalih Pitung.

Kehadiran para penggerak massa itu juga dibenarkan oleh Kasubdit Kemnag Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wiyatputera. Menurutnya dalam rencana kerusuhan itu memang ada beberapa kategori kelompok.

Selain menyiapkan massa, ada yang merancang, sebagai eksekutor, perakit bom molotov, dan yang meledakkan bom rakitan.

"Ada lagi kelompok penggerak mahasiswa. Jadi sekitar lima kelompok yang sudah dilakukan proses pemeriksaan dan diidentifikasi," kata Dwiasi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/10).

Barang bukti terkait kasus bom Molotov di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/10/2019) Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Rencana kerusuhan dibagi dalam dua waktu. Pertama pada 24 September dengan menggunakan molotov. Namun karena hasilnya tidak sesuai rencana, akhirnya para tersangka merencanakan ulang.

Mereka menyepakati untuk menggunakan bom rakitan. Bom itu rencananya diledakkan di pusat perekonomian di Jakarta pada 28 September dengan mendompleng Aksi Mujahid 212. Tujuannya agar terjadi kerusuhan di Jakarta.

Barang bukti terkait kasus bom Molotov di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/10/2019) Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

"Kalau chaos kemudian kegiatan prosedural kita bisa berpengaruh. Berpengaruh terhadap pelantikan DPR-MPR bisa berpengaruh ke pelantikan presiden," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Terkait Januar yang ditangkap karena provokasi demo mahasiswa, kumparan sudah berupaya meminta komentar dari Mabes TNI. Tapi, belum ada jawaban.

Artikel Asli