Jangan Coba-coba Main Ponsel Dalam Toilet di Shanghai

Telset Diupdate 01.24, 20/10/2019 • Dipublikasikan 18.24, 19/10/2019

Telset.id, Jakarta – Jika Anda memilki kebiasan membaca buku atau main ponsel saat buang air besar di toilet , sebaiknya Anda tidak melakukannya di Shanghai, China. Sebab, kini pengguna toilet di Shanghai hanya dibatasi selama 15 menit saja.

China telah membangun sekitar 150 toilet di Shanghai. Pengguna toilet cerdas hanya diberi waktu 15 menit untuk menyelesaikan ‘hajatannya’. Jika lebih waktunya, Anda siap-siap akan mendapat tanda peringatan yang dikirim petugas.

Toilet baru ini merupakan bagian dari upaya China untuk memperluas AI dalam hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, China juga sudah mengembangkan tong sampah pintar dan lampu lalu lintas bertenaga AI.

Setiap toilet dilengkapi dengan sensor tubuh manusia, menggunakan sinar infra merah dan ultrasonik. Sensor ini akan mendeteksi apakah orang di dalam toilet dan berapa lama mereka telah duduk di sana.

Menurut sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Shanghai, sensor ini juga memantau kualitas udara di dalam bilik. Selain itu, juga untuk menyesuaikan ketinggian air agar penggunaan air lebih hemat.

Menurut sebuah laporan dari Institut Penelitian Industri Qianzhan, awal tahun ini, Beijing, Guangzhou dan Shenzhen juga akan membangun toilet umum menjadi lebih pintar. Lebih dari 700 kota di China telah mengusulkan program toliet pintar ini dan sedang dalam proses pembangunan.

Teknologi AI di Cina tidak hanya diterapkan untuk toilet saja, tetapi juga diterapkan untuk semua hal dan di mana saja. Mulai dari bandara, lampu lalu lintas, CCTV, bahkan tempat sampah.

“Saya pikir tidak apa-apa bagi saya, tetapi mungkin bukan ide yang baik untuk membaca novel di dalam toilet,” kata seorang warga asli Shanghai berusia 22 tahun, bernama Frank Lin, menanggapi fasilitas ini.

Meski demikian, tidak semua orang senang dengan fasilitas toilet baru ini. Beberapa di antaranya mengaku tidak nyaman dengan toilet pintar ini.

“Ini bisa mempermalukan aku. Karena, sejak kecil aku terbiasa menghabiskan setengah jam di toilet sambil main ponsel. Ini artinya petugas akan memeriksaku dua kali. Ini akan membuatku gugup,” kata penduduk Shanghai bermarga Liu. [BA/HBS]

Sumber: SCMP