Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

IDN Times Diupdate 15.40, 10/08 • Dipublikasikan 15.40, 10/08 • Moon Girl
Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Otak tentunya punya peran penting untuk mengatur secara besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Sehingga sangat diperlukan asupan nutrisi yang bagus dan sehat untuk terus menjaga kesehatan otak dan tetap berfungsi dengan baik. Sebab beberapa makanan memiliki efek negatif pada otak, memengaruhi daya ingat dan suasana hati Anda, dan meningkatkan risiko demensia. Dilansir laman healthline.com, memperkirakan bahwa demensia akan mempengaruhi lebih dari 65 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2030.

Nah, untuk mewaspadai hal tersebut, berikut ini ada tujuh makanan yang akan 'menyakiti' otak alias membawa dampak yang buruk apalagi bila dikonsumsi secara berlebihan.

1. Minuman manis

Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Dilansir laman healthline.com penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asupan fruktosa tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin di otak, serta pengurangan fungsi otak, memori, pembelajaran dan pembentukan neuron otak.

Satu studi pada tikus menemukan bahwa diet tinggi gula meningkatkan peradangan otak dan gangguan memori. Selain itu, tikus yang mengonsumsi diet yang terdiri dari 11 persen HFCS lebih buruk daripada mereka yang dietnya mengandung 11 persen gula biasa. Studi lain menemukan bahwa tikus yang diberi diet tinggi fruktosa mendapatkan lebih banyak berat badan, memiliki kontrol gula darah yang lebih buruk dan risiko gangguan metabolisme dan gangguan memori yang lebih tinggi.

Kamu bisa mencoba beberapa alternatif untuk tambahan minumanmu. Termasuk air, seperti tanpa es teh dan susu yang bebas dari pemanis. Dan jangan terlalu sering konsumsi minuman yang bersoda.

2. Alkohol

Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Konsumsi alkohol secara berlebihan menghasilkan pengurangan volume otak, perubahan metabolisme dan gangguan neurotransmiter yang merupakan bahan kimia yang digunakan otak untuk berkomunikasi. Seperti yang dilansir laman healthline.com alkohol memberi bisa menyebabkan kekurangan vitamin B1. Ini dapat mengakibatkan gangguan otak yang disebut ensefalopati wernicke, yang pada gilirannya dapat berkembang menjadi sindrom korsakoff yaitu penyakit neurologis yang diakibatkan oleh kekurangan tiamina (vitamin B1) di otak. Permulaannya seringkali dikaitkan dengan penyalahgunaan alkohol yang berlebihan.

Bagi ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol sama sekali. Sebab bisa menimbulkan efek yang buruk pada janin. Mengingat bahwa otak janin masih berkembang. Jika terpapar efek toksik dari alkohol maka dapat menyebabkan gangguan perkembangan seperti fetal alcohol syndrome.

3. Daging merah

Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Pola makan yang tinggi dan mengandung lemak jenuh rupanya dapat merusak fungsi otak, menurut penelitian Harvard yang diterbitkan dalam Annals of Neurology yang dilansir dari thehealthy.com. Ketika peneliti mempelajari kebiasaan makan dan menguji fungsi otak 6.000 wanita selama rata-rata empat tahun, mereka menemukan para wanita yang makan lemak paling jenuh mendapat skor lebih rendah pada tes fungsi otak dan memori. Di sisi lain, wanita yang mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal (yang ditemukan apda zaitun dan avokad) paling banyak memiliki skor lebih tinggi.

Bukan berarti kita tak boleh mengonsumsi sama sekali makanan yang mengandung lemak jenuh. Tetapi  kamu bisa mencoba alternatif lain seperti menggantinya dengan produk hewani versi rendah atau non-lemak, seperti keju, yoghurt, dan susu. Kamu juga bisa mendapatkan lebih banyak protein dari sumber nabati, seperti kedelai dan kacang-kacangan.

4. Pizza, humburger, kentang goreng (junk food)

Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Dilansir dari thehealty.com pada sebuah penelitian di Inggris tahun 2011 terhadap hampir 4.000 anak-anak menemukan bahwa mereka yang makan junk food (banyak makanan olahan dan makanan cepat saji) pada usia tiga tahun mengalami penurunan IQ lima tahun kemudian dibandingkan dengan anak-anak yang makan makanan sehat.

Tentunya kita tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi makanan atau olahan cepat saji. Biasakan makan atau minum sesuatu yang sehat namun juga enak. Seperti olahan produk susu. Yoghurt maupun selai yang punya kandungan nutrisi yang lebih menyehatkan tanpa efek samping yang serius.

5. MSG (monosodium glutamat)

Faktanya kebanyakan makanan Asia megandung banyak MSG. Dilansir laman parhlo.com MSG memiliki sekitar 78 persen asam glutamat bebas, 21 persen natrium, dan kontaminan hingga 1 persen. Ini adalah eksitotoksin yang benar-benar memengaruhi kimia otak melalui overexciting sel ke titik kerusakan otak.

Asupan MSG yang tidak terkontrol dan juga berlebihan dapat menyebabkan obesitas, kerusakan mata, sakit kepala, kelelahan dan disorientasi, dan depresi.

6. Kopi

Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Jika kamu adalah seorang pecinta kopi, maka sudah seharusnya untuk tidak terlalu sering meminumnya secara berlebihan. Dilansir lamanparhlo.com, biji kopi mengandung zat alami yang dikenal sebagai kafein. Kafein yang tergantung dalam kopi sebenarnya membantu otak lebih waspada. Ini dapat membuat lebih energik dan bisa mengaktifkan otak untuk menjadi lebih hiper dari biasanya.

Kafein berfungsi mencegah hormin dopamin agar tidak diserap kembali ke dalam sistem tubuh, membuat zat kimia yang terasa enak berkeliaran di otak lebih lama. Pada sisi negatifnya, efek dopamin ini juga yang membuat kopi sangat membuat ketagihan atau membuat ketergantungan. Jadi jika terlalu sering mengonsumsinya maka akan berdampak buruk bagi kesehatan terutama untuk otak.

7. Donat

Jangan Berlebihan, 7 Makanan Minuman Ini Bisa 'Menyakiti' Otak

Dilansir lamaneatthis.com donat pada dasarnya adalah kombinasi dari dua zat paling berbahaya bagi otak yakni gula dan lemak jenuh. Satu donat berukuran sedang dapat memiliki lebih dari 12 gram gula dan 7 gram lemak jenuh yang mampu menurunkan fungsi kognitif. 

Fungsi kognitif adalah faktor penting dalam menentukan kualitas kehidupan seseorang. Karena faktanya kemampuan kognitif atau kemampuan untuk berpikir yang optimal tidak hanya dibutuhkan oleh individu yang berusia muda, tetapi untuk semua usia.

Apa pun yang berlebihan dan tidak bisa diimbangi dengan gaya hidup atau pola makan yang sehat. Tentunya akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan terutama fungsi otak yang punya fungsi penting dalam organ tubuh manusia.

Artikel Asli