Jangan Berikan Madu pada Bayi, Apa Alasannya?

Kompas.com Dipublikasikan 14.07, 10/12/2019 • Nabilla Tashandra
ALLEKO
Ilustrasi madu

KOMPAS.com - Mengenalkan berbagai jenis makanan baru pada bayi memang perlu. Terutama di usia enam bulan, ketika bayi mulai memasuki fase mengonsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Pada tahapan tersebut, setiap orangtua tentunya ingin memastikan asupan nutrisi dan vitamin penting anak terpenuhi untuk tumbuh kembang mereka.
Namun, orangtua juga perlu berhati-hati. Sebab, tak semua makanan yang baik untuk orang dewasa juga baik untuk bayi. Salah satunya adalah madu.
Semua orang tahu bahwa madu bernutrisi dan sangat sehat, tapi pemanis alami ini bisa menyebabkan kembung pada bayi, meskipun kasusnya jarang terjadi.
Baca juga: Diberi Pola Makan Vegetarian, Bayi Ini Kurang Gizi
Ini terjadi karena madu mengandung spora bakteri yang disebut clostridium botulinum. Ketika bakteri ini dikonsumsi oleh bayi, maka berisiko menyebabkan keracunan makanan langka yang berpotensi penyakit fatal.
Gejala kembung mungkin tidak langsung terlihat setelah menyuapi bayi dengan madu. Sebab gejala itu mungkin baru terlihat setelah sekitar 8 hingga 36 jam setelah mengonsumsi madu.
Alasan lainnya perlu menghindari memberi pemanis seperti madu atau gula kepada bayi adalah karena berpotensi merusak gigi yang baru tumbuh.

Baca juga: Apakah Madu Benar-Benar Bermanfaat?

Pemanis cair sekalipun sebaiknya dihindari untuk bayi satu tahun ke bawah. Untuk mengenalkan rasa manis, cobalah alternatif lain yang lebih alami, seperti buah-buahan.
Lalu, berapa usia anak yang diperbolehkan mencoba madu? Setidaknya hindari pemberian madu hingga bayi berusia satu tahun.

Spora yang ditemukan di dalam madu biasanya tidak berbahaya untuk orang dewasa dan bayi di atas 1 tahun.

Ini dikarenakan mikroorganisme yang ditemukan dalam usus menjaga pertumbuhan spora tersebut.
Namun, jika bayimu sudah terlanjur mengonsumsi madu dan menunjukkan gejala seperti sembelit, lelah dan tidak nafsu makan, segeralah periksakan ke dokter.
Baca juga: Jangan Panik, Cegukan pada Bayi Bermanfaat untuk Perkembangan Otak Lho

Penulis: Nabilla TashandraEditor: Bestari Kumala Dewi

Artikel Asli