Jadi yang Pertama, Seorang Pria Lulus dan Bergelar Magister Ninja di Universitas Jepang

Pikiran Rakyat Dipublikasikan 17.52, 27/06 • Rahmi Nurfajriani
Orang-orang mengunjungi Kuil Yasukuni, yang didedikasikan untuk mengenang kematian perang Jepang, di Tokyo pada 15 Agustus 2019

PIKIRAN RAKYAT - Menjadi seorang ninja mungkin kini bukanlah hanya sekedar mimpi untuk pertama kalinya sebuah universitas di Jepang memberikan gelar magister untuk bela diri tersebut.

Master Genichi Mitsuhashi (45), telah menghabiskan waktu selama 2 tahun untuk memeriksa dokumen sejarah tentang sifat sejati dari para pejuang bela diri di masa lalu.

Dia menyempurnakan keterampilan bela dirinya dan menyerap tradisi yang lebih baik dari agen seni bela diri feodal.

Bahkan dia juga membeli sebuah rumah kayu, bertingkat dua di Provinsi Iga, Jepang Tengah dan mengolah beras serta sayuran di sekitarnya.

Selain meneliti dokumen-dokumen sejarah, Mitsuhashi mengatakan dia mengambil aspek praktis menjadi seorang ninja.

"Saya membaca bahwa ninja bekerja sebagai petani di pagi hari dan dilatih dalam seni bela diri pada sore hari," katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Japan Times.

Mitsuhashi menanam sayuran dan berlatih teknik seni bela diri, seperti yang diajarakan dalam kelas ninjanya.

"Dengan kombinasi ini, kupikir aku bisa belajar tentang menjadi ninja sungguhan," tuturnya.

Mitsuhashi merupakan satu dari tiga siswa yang terdaftar di akademi master di pusat penelitian Ninja International Mie Unversity, Jepang pada musim semi 2018 lalu.

Dia mengikuti kelas pascasarjana selama tiga kali seminggu dan menulis tesis tentang cara ninja mengelola hutan pegunungan di Iga antara abad ke-17 dan ke-19.

Lebih dikenal sebagai pembunuh berpakaian hitam dan terkenal karena tampilan yang misterius serta pintar bersembunyi, Mitsuhashi menambahkan, ninja juga memiliki keterampian bertahan hidup yang komprehensif.

Mitsuhashi, yang juga mempelajari kung fu dan seni bela diri Jepang yang dikenal sebagai Shorinji Kempo, mengajarkan keterampilan ninja di dojo-nya sendiri dan mengelola penginapan lokal sambil mengejar gelar Ph.D.

Mie University mendirikan pusat penelitian pertama di dunia yang didedikasikan untuk ninja pada tahun 2017, dan membuka program sarjana setahun kemudian.

Pusat peneliian ini terletak di Iga, 350 km barat daya dari Tokyo, sebuah kota yang diselimuti gunung yang dulunya merupakan rumah bagi banyak ninja.

Yuji Yamada, seorang profesor sejarah Jepang di universitas yang bertanggung jawab atas pusat ninja, terkejut dengan pengabdian Mitsuhashi untuk tugas itu.

"Kami menyediakan kelas dan kursus sejarah tentang keterampilan ninja. Tapi saya tidak berharap dia terlibat sejauh ini," kata Yamada.

Untuk mendaftar, siswa harus mengikuti ujian sejarah Jepang dan ujian membaca dokumen ninja sejarah.

"Sekitar tiga siswa mendaftar setiap tahun. Saya pikir ada permintaan," ujarnya

Ia mengatakan bahwa banyak orang dari luar negara Jepang yang tertarik dan menanyakan program studi mengenai ninja.

"Kami mendapat banyak pertanyaan dari luar negeri tetapi saya harus mengatakan satu hal: Ini adalah kursus untuk belajar tentang ninja, bukan untuk menjadi ninja," katanya.***

Artikel Asli