Jadi Presiden AS, Kekayaan Donald Trump Susut US$300 Juta

Bisnis.com Dipublikasikan 11.48, 14/08/2020 • Herdanang Ahmad Fauzan
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020./Bloomberg-Brendan
Penurunan terdalam aset-aset Trump terjadi pada 2019-2020 atau dalam setahun terakhir.

Bisnis.com, JAKARTA - Kekayaan Presiden AS Donald Trump tercatat anjlok US$ 300 juta sejak berkantor di Gedung Putih. Data tersebut didapat dari rekapitulasi terbaru Bloomberg Billionaire Index, Jumat (14/8/2020).

Pada 2015, Bloomberg mencatat kekayaan Trump berkisar US$3 miliar. Kini, angka tersebut menyusut 10 persen menjadi US$ 2,7 miliar. Dari penurunan tersebut, US$ 200 juta di antaranya terjadi hanya dalam kurun setahun terakhir. Artinya, penurunan terparah aset Trump terjadi sepanjang 2019-2020.

Aset terbesar Trump saat ini ada pada kepemilikannya terhadap Vornado yang disetimasi setara US$685 juta. Disusul dengan bangunan lapangan golf dan resort yang diperkirakan mencapai US$ 430 juta.

Terlepas dari berbagai kekayaannya, Bloomberg juga menyebut Trump masih punya utang US$540 juta ke berbagai mitranya. Jumlah utang ini turun sekitar 3 persen ketimbang 2019.

Untuk menghitung kekayaan bersih Trump, Bloomberg mengambil berbagai sumber termasuk pemberi pinjaman, mitra properti, catatan dan saham perusahaan, laporan analisis dan laporan harta kekayaan Trump, serta wawancara dengan sumber-sumber primer trump.

Meski mengalami penurunan kekayaan, dalam beberapa tahun terakhir Trump sukses menanamkan investasi yang berpeluang membuahkan keuntungan di masa depan. Misalnya, dia menarik royalti untuk beberapa proyek di Filipina dan Kalkuta.

Trump juga masih menerima royalti dari "The Art of Deal", buku yang sempat dia tulis pada 1987.

Bloomberg mempublikasikan laporan perkembangan kekayaan Trump sebagai paparan menjelang Pilpres AS 2020. Pada akhir tahun ini, Trump bakal bersaing dengan bakal calon presiden asal Demokrat Joe Bidan.

Artikel Asli