Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Tiga Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Ancaman Omicron

Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 varian Omicron terus meningkat.

Per hari ini, Rabu (26/1/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan 1.766 kasus Omicron terdeteksi di Tanah Air.

Selain ketat menjalankan protokol kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh juga penting.

Koordinator Peminatan S2 Pemberdayaan Perempuan Pascasarjana UNAIR Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes menyampaikan bahwa untuk meningkatkan imunitas dapat dilakukan dengan tiga hal.

xxx

Pertama, menikmati makanan dengan pikiran yang bahagia (enjoy your food) karena suasana psikis yang baik akan meingkatkan imunitas seseorang.

Kedua istirahat atau tidur cukup, yaitu 6 sampai 8 jam sehari akan meningkatkan imunitas karena metabolisme tubuh saat tidur akan optimal.

Kemudian yang ketiga, berjemur dan olahraga ringan di tempat terbuka serta terkena sinar matahari pagi sekitar pukul 06.30-08.30 cukup 15-20 menit.

“Karena varian Omicron adalah benda mati dan ketika masuk menempel pada sel yang tidak beroksigen, maka perlu menciptakan kondisi tubuh supaya beroksigen agar tidak tertular atau bertambah parah."

"Jadi ada namanya ilmu psikoneurologi artinya bahwa ketika pikiran kita, psikis kita baik, maka imun kita akan meningkat. Dengan imun yang meningkat maka sel tubuh menjadi senang, itu yang menjadikan sel beroksigen,” jelasnya dalam Airlangga Forum, Selasa (25/1/2022).

Ia menegaskan, hal yang paling penting adalah faktor perilaku dan komunikasi untuk perubahan perilaku.

Pasalnya dapat menjadi dasar bagaimana mengedukasi masyarakat agar dapat memahaminya.

Mengelola imunitas pada tubuh berarti harus bisa memahami diri sendiri.

“Komunikasi untuk perubahan perilaku menjadi sebuah hal yang sangat penting dan menjadi dasar bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat agar bisa memahaminya."

"Jadi prinsip protokol kesehatan bukan sekadar slogan, misalnya pakai masker harus ganti ketika sudah 4-5 jam kalau tidak bisa ganti yang mendingan jangan keluar, itu sederhananya,” jelasnya.

Artikel Asli