Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Nikahi Pria Rakyat Jelata, Putri Mako Ungkap Alasan Tolak Rp18 Miliar

InsertLive Dipublikasikan 09.15, 02/09 • Dini Astari
Ini Alasan Putri Mako Tolak Rp18 M dan Nikahi Pria dari Rakya Jelata (Foto: Shizuo Kambayashi POOL/AFP/File)
Ini Alasan Putri Mako Tolak Rp18 M dan Nikahi Pria dari Rakya Jelata (Foto: Shizuo Kambayashi POOL/AFP/File)

Putri Mako putri dari Putra Mahkota Akishino asal Jepang memutuskan akan menikahi kekasihnya Kei Komuro yang merupakan rakyat jelata atau non-bangsawan.

Keputusan Putri Mako ini melanggar tradisi Kekaisaran Jepang yang sudah diatur selama ratusan tahun. Wanita 29 tahun itu pun harus bersiap melepas gelar bangsawan yang disandangnya selama ini.

Pernikahan Putri Mako dengan kekasihnya sebenarnya direncanakan berlangsung pada 2018 silam. Namun pernikahan itu mengalami penundaan hingga akhirnya diputuskan akan digelar pada akhir tahun ini.

Atas keputusannya melepas gelar bangsawan, sesuai ketentuan Putri Mako akan menerima US$1,3 juta atau setara dengan Rp18 miliar dari pemerintah Jepang. Namun, ia justru menolak uang tersebut.

Melansir The Times, Putri Mako menolak uang itu karena ingin hidup mandiri. Ia  dan sang calon suami berencana tinggal di Amerika Serikat dan belajar di salah satu firma hukum di New York.

"Pernikahan adalah pilihan yang diperlukan untuk hidup dan menghormati hati kita," ungkap Putri Mako tahun lalu seperti dikutip dari Express UK.

"Kami tak tergantikan satu sama lain, dan kami bersandar satu sama lain di saat-saat bahagia dan tidak bahagia," sambungnya.

Rencana pernikahan itu telah mendapat restu dari pihak keluarga Putri Mako. Putra Mahkota Akishino menyebut ikhlas melepaskan sang putri menikah dengan pilihannya.

"Saya menyetujui mereka menikah. Konstitusi mengatakan bahwa pernikahan harus didasarkan hanya pada persetujuan bersama dari kedua jenis kelamin," ungkapnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Artikel Asli