Izin Day Care terkait Bayi Tewas Termutilasi Akan Dicek

Medcom.id Dipublikasikan 08.01, 10/12/2019 • https://www.medcom.id
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Jakarta: Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak )KPPPA), Nahar, mengatakan, pihaknya akan mengecek tempat penitipan anak (day care) terkait kasus balita hilang lalu ditemukan tewas termutilasi di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Kalau tempat penitipan anak itu terdaftar, bisa dievaluasi. Kalau belum, itu menjadi salah satu alasan untuk dilakukan pembenahan," kata Nahar, Selasa, 10 Desember 2019.

Menurut Nahar tempat penitipan anak bisa jadi mendapatkan izin dari dua pihak. Pertama, apakah penitipan anak itu merupakan bagian dari lembaga pendidikan. Jika benar, izin berada di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kedua, kata dia, kelompok bermain dan tempat penitipan anak yang istilahnya sudah diubah menjadi taman anak sejahtera, izin operasionalnya berada di ranah Kementerian Sosial.

"Perlu dicek dulu itu PAUD atau taman anak sejahtera. Ada izin operasional atau tidak. Itu yang perlu didampingi," tuturnya.

Nahar mengungkapkan baik PAUD maupun taman anak sejahtera mendapatkan supervisi, pengawasan, dan evaluasi dari masing-masing pihak yang memberikan izin operasional.

Sementara itu, terkait dengan kasus balita hilang yang ditemukan termutilasi, Nahar meminta kepolisian mengusut tuntas kasus itu agar modus dan penyebabnya menjadi jelas.

"Kalau belum diketahui seperti ini, bisa muncul banyak dugaan dan menimbulkan kekhawatiran. Kasus itu masih misteri," katanya.

Sebelumnya, warga Samarinda dihebohkan dengan penemuan jenazah balita tanpa kepala. Jenazah tersebut diketahui merupakan balita yang dua minggu sebelumnya dilaporkan hilang dari tempat penitipan anak.

Artikel Asli