Ivan Kabul dan Mimpinya bagi Dunia Pendidikan Indonesia

LINE TODAY Dipublikasikan 07.39, 18/11/2019

 

Nelson Mandela pernah berkata bahwa “Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia.” Pentingnya dunia pendidikan bagi kesejahteraan suatu bangsa juga diyakini oleh Ivanaldy Lie Kabul, seorang influencer dan aktivis dalam bidang pendidikan. Ivan Kabul, panggilan akrab pria kelahiran 28 Mei 1992 ini dikenal masyarakat sebagai sosok influencer yang multitalenta. Selain memenangi L-Men of The Year 2018, ia juga merupakan seorang pembawa acara hiburan di salah satu televisi swasta nasional. Aktif di dunia perfilman, Ivan pun membintangi sejumlah film layar lebar, salah satunya berjudul 5 Chords yang akan tayang pada bulan November ini. Tidak hanya aktif di dunia hiburan, Ivan memiliki minat yang sangat besar pada dunia pendidikan, sehingga mendorongnya untuk membangun sebuah yayasan pendidikan yang dikenal dengan nama Fish Youth Centre.

Hatinya pada Pendidikan Indonesia

Dalam sebuah kesempatan, Ivan Kabul menyatakan bahwa dunia pendidikan mengambil bagian yang besar di dalam hatinya. Sosok yang mengidolakan Ki Hajar Dewantara ini berkata bahwa ia sangat memimpikan pendidikan Indonesia yang asyik dan menyenangkan. “Beliau (Ki Hajar Dewantara) dulu bikin sekolah namanya Perguruan Taman Siswa. Kenapa taman? Karena beliau percaya pendidikan itu harus menyenangkan, seperti saat kita sedang bermain di taman bermain,” tuturnya.

Ivan Kabul mengungkapkan bahwa perannya dalam dunia hiburan merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk berkontribusi di dunia pendidikan. “Terjun ke dunia hiburan membuka kesempatan bagi saya untuk menjadi seorang figur publik yang dapat membantu dalam menjangkau lebih banyak anak muda. Dengan begitu, apa yang saya bicarakan akan lebih mudah diterima oleh masyarakat luas, dan saya dapat memanfaatkannya untuk berkontribusi lebih bagi dunia pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Fish Youth Centre

Ivan telah memulai kiprahnya di dunia pendidikan sejak ia duduk di bangku kelas 1 SMA. Berawal dari mengajar siswa sebagai guru les, ia akhirnya memantapkan diri untuk mendirikan Fish Youth Centre, yayasan bimbingan belajar non-formal yang mengombinasikan edukasi dan permainan sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Berbeda dengan pendidikan non-formal lainnya, Fish Youth Centre juga mengajarkan siswa mengenai nilai-nilai kehidupan yang mungkin tidak tercakup dalam kurikulum pelajaran di sekolah. Selain belajar, siswa juga dapat melakukan olah raga dan bermain di yayasan ini. Ivan meyakini bahwa melalui olah raga, siswa dapat belajar tentang teamwork, dan proses untuk menjadi pemenang.

Selain Fish Youth Centre, Ivan juga aktif dalam mengelola LINE OpenChat bernama Sikat UN Matematika SMP yang membantu para pelajar SMP untuk mendapatkan bimbingan belajar matematika guna mempersiapkan Ujian Nasional. Tidak hanya itu, ia juga memiliki channel YouTube yang berisi unggahan video tentang cara jitu menyelesaikan berbagai soal matematika. Melalui inisiatif ini, Ivan berharap ia dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya secara offline, namun juga online. Baginya, melihat perkembangan siswa didik merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat diungkapkan.

“Saya hanya berdoa, selama diberi kesempatan untuk hidup, saya akan terus berkoar tentang dunia pendidikan Indonesia sehingga dapat bergerak ke arah yang lebih baik. Paling tidak, saya ingin membuat anak Indonesia merasakan pendidikan yang menyenangkan dan tidak membebani mereka,” tutup Ivan.