Isuzu Panther Berhenti Diproduksi?

Kompas.com Dipublikasikan 10.53, 21/02 • Dio Dananjaya
Grup Motuba Facebook
Isuzu Panther berhenti diproduksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sepertinya benar-benar akan menyuntik mati Panther.

Setelah kurang lebih 20 tahun, legenda mobil diesel ini harus berhenti diproduksi karena terbentur regulasi standar emisi Euro IV.

Hal ini diketahui lewat foto yang diunggah Grup Motuba di Facebook. Sepertinya foto tersebut merupakan Panther batch terakhir yang diproduksi oleh pabrik Isuzu di Indonesia.

Dalam unggahan tersebut terlihat Isuzu Panther berwarna hitam, beserta seorang yang membawa tulisan “Isuzu Panther Terakhir Keluar Delivery, Good Bye. Kwalitasmu Tetap Kujamin.”

Baca juga: Mobil dan Motor Modifikasi Wajib Lapor, Pelanggar Didenda Rp 24 Juta

Seperti diketahui, standar Euro IV bagi kendaraan roda empat berbahan bakar diesel bakal berlaku pada 7 April 2021.

Aturan ini tertulis dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

“Bagi kami Panther ini akan terbentur regulasi mengenai Euro IV. Secara teoritis, mesin Panther tidak akan sesuai dengan standar emisi yang akan berlaku,” ujar Attias Asril, General Manager PT IAMI, kepada Kompas.com awal Februari lalu.

Baca juga: Pakai Mobil Transmisi Matik, Jangan Pakai Kaki Kiri Saat Injak Pedal Rem

“Jadi saat ini kami masih berpikir bahwa implementasi Euro IV sebagai momen yang menentukan,” katanya.

Di samping terbentur masalah emisi gas buang, tren penjualan Panther sebetulnya telah menurun dari waktu ke waktu.

Pada 2018 angka distribusi dari pabrik ke diler masih berada di kisaran 950 unit. Akan tetapi pada 2019 yang lalu hanya mencapai 763 unit.

 

Penulis: Dio DananjayaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli