Istri Nyinyir di Medsos soal Wiranto, Anggota Kodim Wonosobo Kopda BD Ditahan 14 Hari

Merdeka.com Dipublikasikan 08.32, 14/10/2019
Perayaan HUT ke-74 TNI. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
Anggota Kodim 0707 Wonosobo, Jawa Tengah, Kopral Dua, BD menjalani hukuman penahanan selama 14 hari. Penahanan dilakukan karena, ulah istrinya WW kedapatan menulis kata-kata sarat ujaran kebencian di media sosial Facebook terkait penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.

Anggota Kodim 0707 Wonosobo, Jawa Tengah, Kopral Dua, BD menjalani hukuman penahanan selama 14 hari. Penahanan dilakukan karena, ulah istrinya WW kedapatan menulis kata-kata sarat ujaran kebencian di media sosial Facebook terkait penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.

"BD sendiri sudah kami berikan hukuman disiplin penahanan 14 hari. Untuk selanjutnya kami akan mendalami kasus ini dengan melakukan penyelidikan apa motif yang melatarbelakangi WW menulis kata-kata itu di medsos. Untuk kasus WW sendiri sudah dilaporkan Kodim 0707 Wonosobo untuk ditangani Polres setempat," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Letkol Kav. Susanto, Senin (14/10).

Dia menyebut dalam akun, WW diketahui mengunggah ujaran kebencian di medsos terkait insiden penusukan Wiranto. Dari informasi diketahui WW merupakan anggota Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Kodim 0707 Wonosobo.

"Harusnya pisau yg buat nusuk kasih RACUN ULAR BERBISA dulu, biar nanti KOID nya juga kagak setingan. mau ikut2tan drama korea ya," tulis WW dalam akun Facebook-nya.

Akun WW saat ini memang sudah lenyap dari jejaring Internet. Meski demikian, jejak digital akun dan postingan itu tidak mudah hilang.

Susanto mengimbau kepada seluruh anggota TNI, terutama yang berada di wilayah kewenangan Kodam IV Diponegoro untuk memberikan bimbingan kepada istri maupun keluarganya agar bijak dalam menggunakan medsos.

"Jangan sampai hal-hal semacam ini terjadi lagi. Bukan hanya dalam mengumbar kata-kata yang sarat bermuatan ujaran kebencian, tapi juga dalam menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya atau hoaks," ujarnya.

Diketahui sejumlah akun medsos bahkan terus membagi profil facebook dan unggahan WW yang telah di-screenshot sebelum hilang.

Kasus anggota TNI yang mendapat sanksi akibat ulah istrinya mengunggah ujaran kebencian terkait insiden penusukan Wiranto ini bukan yang kali pertama. Sebelum BD, tiga anggota TNI lain juga telah mendapat sanksi dari kesatuan akibat ulah istri-istrinya. Ketiga anggota TNI itu bahkan ada yang berpangkat perwira menengah, yakni kolonel. Sementara dua lainnya, berpangkat sersan dan pembantu letnan satu (Peltu).

Artikel Asli