Istri Ketua KPU Cianjur Disekap: Diikat ke Tiang Toren hingga Suami Mengaku Merasa Dibuntuti

Tribunnews.com Dipublikasikan 08.42, 24/05/2019 • Miftah Salis
Istri ketua KPU Cianjur diikat ke tiang toren saat disekap. Sementara sang suami mengaku merasa dibuntuti tiga hari selama beberapa waktu. Foto: Tribun Jabar/Ferri AM

TRIBUNNEWS.COM - Istri Ketua KPU Cianjur, Yanti, disekap oleh dua orang tak dikenal di rumahnya sendiri di Desa Nagrak, Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis (23/5/2019) malam.

Saat kejadian, Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi, sedang tidak berada di dalam rumah.

Yanti hanya berada di rumah bersama sang anak yang masih kecil.

Peristiwa penyekapan terjadi saat Yanti tengah menjalankan salat tarawih.

Pelaku yang berhasil masuk kemudian mengikat Yanti menggunakan tali tambang.

Tak sempat meneruskan aksi, kedua pelaku berhasil kabur setelah warga datang ke rumah tersebut.

Berikut ini beritaistri Ketua KPU Cianjur yang disekap dikutip Tribunnews.com dari berbagai sumber.

1. Kronologi kejadian

Penyekapan terjadi saat Yanti tengah menjalankan ibadah shalat.

Yanti mengaku belum mengunci pintu depan rumahnya sehingga pelaku berhasil masuk.

"Mukanya ditutupi. Masuknya lewat pintu depan karena pintu belum saya kunci. Mereka langsung masuk dan mengikat saya dengan tali tambang," tutur Yanti kepada wartawan, Jumat (24/5/2019) dini hari dikutip dari Kompas.com.

Saat dalam keadaan terikat tesebut, Yanti diminta oleh kedua pelaku untuk menelepon suaminya.

Selain diikat, Yanti juga diseret ke belakang rumah.

"Mereka sempat meminta saya untuk menelepon suami. Suami saat itu memang sedang ada urusan di luar rumah," tutur dia.

Aksi kedua pelaku digagalkan oleh warga yang datang memberikan pertolongan.

Kesaksian lain diberikan oleh pedagang mi ayam sekaligus tetangga korban, Dadan Bunyamin (39).

Dadan menjadi orang pertama yang menolong istri Ketua KPU Cianjur.

Diceritakan Dadan, pukul 23.30 WIB, Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi datang menghampirinya.

Hilman meminta bantuan untuk menyelamatkan sang istri yang disekap.

"Dengan tergesa ia meminta tolong bahwa istrinya disekap," kata Dadan, Jumat (24/5/2019) dikutip dari TribunJabar.

Dadan bersama enam orang lain bergegas menuju rumah Ketua KPU Cianjur.

"Ada sekitar enam orang warga lalu kami membagi area, beberapa orang dari depan dan saya dari belakang," kata Dadan.

Ia menambahkan rumah Ketua KPU bagian belakangnya langsung menghadap sawah dengan dipagari besi tinggi sekitar satu meter.

Saat datang, istri Ketua KPU Cianjur tersebut berada dalam posisi tangan diikat pada tiang toren air dan mulut diikat menggunakan kain.

"Saya melihat posisi bu Yanti ada di bawah tiang tower, ikatan mulutnya sedikit terbuka dan ia meminta tolong membawa anaknya yang masih berada di dalam rumah," kata Dadan.

Dadan kemudian segera menyelamatkan anak Ketua KPU Cianjur dan menenangkan Yanti.

"Bu Yanti menangis, saya mengambil anaknya dan langsung menenangkan bu Yanti," kata Dadan.

2. Ketua KPU Cianjur merasa dibuntuti

Cerita versi tetangga korban,Dadan Bunyamin (39), Ketua KPU Cianjur Hilman Wahyudi dalam tiga hari terakhir merasa dibuntuti.

Hilman Wahyudi menceritakan hal tersebut kepada tetangganya.

"Jadi selama tiga hari ke belakang pak Hilman kalau mampir di tempat saya selalu bilang merasa ada yang membuntuti," kata Dadan, Jumat (24/5/2019) dikutip dari TribunJabar.

Selain itu, istri Ketua KPU Cianjur juga kerap melihat ada orang baru yang mondar-mandir sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Rumah Hilman memang selalu gelap di bagian dalam dan terang di luar saat malam hari.

"Jadi kalau ada yang hilir mudik pasti terlihat jelas, istrinya kerap memergoki seseorang selalu hilir mudik di depan rumah," kata Dadan.

3. Tak ada barang hilang

Saksi mata sekaligus tetangga yang menyelamatkan istri Ketu KPU Cianjur, Dadan Bunyamin mengatakan, tak ada barang berharga yang hilang dalam kejadian tersebut.

Telepon genggam milik Yanti dan barang berharga lain di dalam rumah masih utuh.

"Saya juga bingung motifnya apa para pelaku itu, karena tak ada barang hilang dari rumah Ketua KPU Cianjur," kata Dadan, Jumat (24/5/2019).

4. Polres Cianjur masih mendalami kasus

Setelah mendapatkan laporan, Polres Cianjur bergegas menuju ke tempat kejdian perkara.

Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto.

“Masih kami dalami. Jika memang ada perkembangan, kami informasikan lagi," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Budi menyebut hingga saat ini tidak ada dugaan motif kasus tersebut mengarah ke profesi suami korban sebagai Ketua KPU Cianjur.

“Doakan saja cepat terungkap," ungkapnya.

Ketua KPU Cianjur dan istri kemudian mendatangi Polres Cianjur.

Sepulangnya dari polres, baik Ketua KPU Cianjur maupun sang istri belum terlihat keluar rumah.

"Tadi pulang dari Polres langsung tidur, saya juga belum mendengar jelas keterangan kejadian persisnya seperti apa," ujar Bambang Hendardi (49), kakak dari istri Ketua KPU Cianjur.

(Tribunnews.com/Miftah)

Artikel Asli