Istri Dubes Belanda Meninggal Akibat Ledakan di Beirut Lebanon

Tempo.co Dipublikasikan 04.19, 09/08 • Budi Riza
Seorang tentara berdiri di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, 6 Agustus 2020. [Thibault Camus / Pool via REUTERS]
Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan istri Dubes Jan Waltmans meninggal karena menderita luka serius akibat ledakan di Beirut.

TEMPO.CO, Beirut – Istri dari Duta Besar Belanda untuk Lebanon, Jan Waltmans, meninggal pada Sabtu, 8 Agustus 2020 akibat luka yang diderita dari ledakan di Beirut.

“Hedwig Waltmans-Molier, 56 tahun, mengalami luka serius akibat ledakan ini,” begitu pernyataan dari kementerian Luar Negeri Belanda seperti dilansir Anadolu pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Sedikitnya 154 orang tewas dan 6 ribu orang terluka saat terjadi ledakan di Beirut pada Selasa pekan ini.

Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengatakan ledakan terjadi di sebuah gudang tempat penyimpanan amonium nitrat sebanyak 2.750 ton.

Menurut otoritas Lebanon, bahan kimia berdaya ledak tinggi itu tersimpan secara tidak aman di pelabuhan Beirut selama enam tahun terakhir.

Pemerintah membentuk komite untuk menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Beirut ini, yang terjadi di tengah merosotnya perekonomian Lebanon.

Saat ini, pemerintah Lebanon sedang menjajaki pinjaman luar negeri dari Dana Moneter Internasional atau IMF untuk membantu keuangan negara.

IMF meminta pemerintah menggelar sejumlah reformasi ekonomi seperti pemberantasan korupsi dan keterbukaan informasi perbankan agar Lebanon bisa mendapatkan kucuran dana kredit dolar seperti dilansir Reuters.

Artikel Asli